Kekeringan Melanda Magetan, 8.725 Warga Terdampak

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Musim kemarau melanda Kabupaten Magetan, membuat kekeringan meluas di 8 desa. Akibatnya, jumlah warga terdampak mencapai 8.725 orang yang selalu mengandalkan dropping air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD kabupaten Magetan Ferry Yoga Sahputra membenarkan hal itu, bahkan untuk bantuan ke warga yang melakukan dropping air bersih, BPBD telah melakukan setiap hari secata bergiliran.

“Untuk kekeringan di wilayah Magetan saat ini memang meluas di 8 desa. Sedangkan jumlah warga yang terdampak mencapai 8.725 orang,” jelas Ferry Yoga Sahputra, Minggu (6/10/2019).

Baca juga  Cara Mencegah Virus Corona Ala Indonesia

Lanjut Ferry, 8 desa terdampak kekeringan itu, tersebar di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Parang, Karas dan Lembean. Untuk rincian desa yang terdampak kekeringan, yakni tiga desa di Kecamatan Parang, tiga desa di Kecamatan Karas dan dua desa di Kecamatan Lembean.

“Dari 8 desa yang terdampak kekeringan itu tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Parang tiga desa, di Kecamatan Karas tiga desa dan dua desa di Kecamatan Lembean,” ujarnya.

Ferry mengungkapkan, tiga desa terdampak kekeringan di Kecamatan Parang, yakni, Trosono, Mategal, dan Pragak. Tiga desa di Kecamatan Karas yakni, Kuwon, Karas, Karas dan Sobontoro. Sedangkan dua desa lain di Kecamatan Lembean yang ikut terdampak kekeringan yakni Desa Kediren dan Lembeyan.

Baca juga  PERGUNU Wisuda 62 Programer
Baca juga  Bertajuk 'Kampus Merdeka', Nadiem Makarim Luncurkan 4 Kebijakan Baru, Apa Saja?

Ferry menambahkan musim kemarau di wilayah Magetan terjadi sejak 22 Juni 2019. Saat ini 654.000 liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar minum dan masak sehari-hari di 8 desa tersebut.

“Kemarau yang berkepanjangan di wilayah Kabupaten Magetan mulai bulan Juni 2019 sampai sekarang menyebabkan sumber air di 3 Kecamatan Parang, Karas dan Lembean terus menyusut,” ujarnya. (Noeris/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

DPD KNTI Tanjungbalai sesalkan Tidak Semua Nelayan Tradisional Mendapatkan Asuransi Nelayan

PILIHANRAKYAT.ID, Sumatera Utara-Senin Tanggal 4 Oktober PLT Walikota memimpin Apel pagi sekaligus pemberian asuransi ramayana untuk nelayan...

BEM PTAI : Tidak Masuk Akal TNI Disusupi PKI, Masyarakat Sudah Cerdas

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta- Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia (BEM PTAI) bersilaturahmi dengan Panglima Kostrad Letjen...

Kiai Said: Kekayaan Simbol dan Kultural NU Intrumen Gerakan Revolusi Mental

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Penggerak Pemimpin Agama Pelopor dan Penggerak...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...