CFX Soroti Daya Saing Ekosistem Aset Kripto Nasional

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Bursa aset kripto PT Central Finansial X (CFX) menyoroti lemahnya daya saing ekosistem aset kripto nasional di tengah ketatnya persaingan global. Isu tersebut mengemuka dalam forum diskusi CFX Cryptalk yang digelar di Jakarta, Senin, 3 Februari 2026.

Dalam forum tersebut, CFX menilai tingginya biaya transaksi di bursa kripto domestik menjadi salah satu faktor yang mendorong investor Indonesia beralih ke platform luar negeri yang tidak berizin. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan industri kripto nasional yang tengah dikembangkan pemerintah.

Direktur Utama CFX menyatakan, penguatan daya saing bursa kripto dalam negeri harus dilakukan melalui penyesuaian struktur biaya, peningkatan likuiditas, serta kepastian regulasi. Menurut dia, tanpa langkah konkret, pelaku industri nasional akan sulit bersaing dengan bursa global.

Baca juga  Menkop UKM : Bisnis Model Koperasi Pertanian Max Yasa Purbalingga Perlu Direplikasi

Sebagai langkah awal, CFX berencana menurunkan biaya transaksi secara bertahap sepanjang 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menarik kembali minat investor domestik sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri aset kripto global.

Forum tersebut juga dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), asosiasi blockchain, serta pelaku industri kripto. Para pemangku kepentingan sepakat bahwa sinergi antara regulator dan industri menjadi kunci pengembangan ekosistem kripto yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Baca juga  Nggak Nyangka, Cut Meyriska Baru Sebulan Menikah Sudah Alami Hal Begini

CFX merupakan bursa aset kripto pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK. Kehadiran bursa nasional, menurut CFX, seharusnya menjadi fondasi utama dalam menjaga transaksi kripto tetap berada dalam kerangka hukum nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *