PILIHANRAKYAT.ID -Sumenep, (28/06) Ikatan Keluarga Alumni UIN Sunan Kalijaga (IKASUKA) Cabang Kabupaten Sumenep launching secara resmi sekretariat Ikasuka Sumenep . Acara yang berlangsung di sekretariat Ikasuka Jl. Barito, Area Sawah, Pandian, Kota Sumenep bertema “Nyator IKASUKA Kolonial vs Milenial”. Disebut generasi kolonial karena semasa kuliah masih berstatus sebagai IAIN. Sedangkan generasi milenial adalah sudah beralih status menjadi UIN.

Acara diawali dengan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW oleh Adam Wiyono. Kemudian dilanjutkan dengan peresmian sekretariat Ikasuka yang ditandai dengan pemotongan tumpeng secara simbolik oleh K.M. Faizi yang diserahkan pada Ketua IKASUKA Sumenep, Fathol Haliq yang didampingi pengurus Ikasuka yang lain. Ketua Ikasuka menyampaikan bahwasanya sekretariat ini merupakan tindak lanjut dari hasil musyawarah pada saat Halal bi Halal pasca Hari Raya Idul Fitri. “Saya sudah minta izin kepada pemilik rumah yakni saudara Nur Faizin untuk menggunakan rumahnya sebagai sekretariat dan beliau sudah mempersilahkan”, ungkap Fathol Haliq pada saat sambutan pembukaan.

Lanjut Fathol Kholiq, dengan adanya Sekretariat Ikasuka kedepan silaturrahim Ikasuka Sumenep semakin erat, terutama antara mahasiswa yang baru pulang dari Yogyakarta dengan alumni yang telah lama di Sumenep. Selain itu kedepan akan diadakan agenda rutin berupa diskusi bulanan. Agenda tersebut didesain sebagai ruang diskusi bersama terkait Kabupaten Sumenep dan Madura pada umumnya. Baik berupa pembangunanan, agama, sosial ekonomi, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Dimana agenda tersebut akan mendatangkan tokoh-tokoh Sumenep yang sudah kompeten di bidangnya, para intelektual dan akademisi yang kebetulan pulang atau berada di Sumenep.

Acara lauching berlangsung dengan meriah dan penuh guyonan ala mahasiswa Jogja. Hadir sebagai pemantik acara K.M. Faizi (Budayawan Sumenep) dan K. Ali Fikri (Kiai Muda Madura). Kedua tokoh tersebut bercerita banyak hal selama proses kuliah di Jogja mulai sejak pertama kali datang ke Jogja, susah senangnya selama kuliah, hiruk pikuk hidup di jogja, hingga kenangan selama di Jogja. Hal tersebut tentun mengundang banyak tawa dari para alumni yang hadir pada saat saling cerita kenangan selama di Jogja.
Sebagai penutup harapan dari K. Abdul Wasid selaku pengurus dengan adanya sekretariat ini dapat memudahkan silaturrahim antar alumni dan kedepan dapat saling berjejaring baik anggota Ikasuka kolonial maupun milenial, ungkapnya.
Acara ditutup dengan ramah tamah, temu kangen, serta bercerita khas Angkringan Yogyakarta. Acara ini juga semakin khas kota pelajar dengan menu khas jogja yakni nasi kucing, gorengan, orek tempe dan berbagai menu ala angkingan Jogja.

Turut hadir dalam acara ini beberapa alumni IAIN-UIN Sunan Kalijaga yaitu Husnan Nafi’ (Rektor IST Annuqayah), Damanhuri (Warek 1 INSTIKA), Abrori Elsael (Politisi PDIP), Irwan Hayat (Legislator DPRD Sumenep), A Sovie (Pengurus MUI Sumenep), Hasbi (Pengusaha muda Sumenep) dan lainnya.
Sementara dari kalangan alumni milenial ada Harir, Affan, Rusdi, Elly.
Tidak laki-laki, hadir juga Rini Pentania Arifa (owner Rumah Warna Pamekasan), Tatik Hidayati (akademisi dan peneliti INSTIKA), Ning Aim (pengasuh pesantren), dan lainnya.
(Hendris/PR.ID)




