PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo memunculkan seruan kolaborasi dari berbagai pihak. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kraksaan menegaskan penanganan bencana tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.
Ketua PC Ansor Kraksaan, Abd. Rahman, mengatakan bencana alam merupakan persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, intensitas banjir yang berulang harus menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan kepedulian kolektif.
“Bencana alam ini bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat sesuai dengan peran dan porsinya masing-masing,” ujar Rahman, Senin, (23/02/2026)
Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab dalam aspek kebijakan, perencanaan, dan penanganan teknis di lapangan. Namun, masyarakat juga memiliki kewajiban menjaga lingkungan, termasuk memastikan saluran air tidak tersumbat sampah serta tidak melakukan aktivitas yang merusak ekosistem.
Menurut Rahman, kesadaran kolektif menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana. Ia mengingatkan bahwa persoalan banjir tidak cukup diselesaikan dengan respons darurat setiap kali musim hujan tiba, melainkan memerlukan langkah pencegahan jangka panjang.
Selain menyampaikan pandangan, PC Ansor Kraksaan menginstruksikan kadernya untuk terlibat langsung membantu warga terdampak. Kader diminta bersinergi dengan pemerintah daerah dan relawan dalam proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pembersihan lingkungan pascabanjir.
Rahman menegaskan organisasinya siap mengawal upaya penanganan banjir secara berkelanjutan.
“Jika pemerintah berbenah dalam tata kelola dan kebijakan, masyarakat pun harus berperan aktif menjaga lingkungannya. Dengan begitu, beban penanganan bencana tidak bertumpu pada satu pihak saja,” katanya.




