PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai peran PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) krusial dalam mendorong pemerataan ekonomi di wilayahnya. Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut menjadi strategi penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah.
Menurut Khofifah, sektor UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Timur. Kontribusinya disebut mendekati 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi tersebut. Karena itu, akses pembiayaan yang luas dan layanan perbankan yang adaptif dinilai menentukan daya tahan sekaligus daya saing pelaku usaha kecil.
“Dukungan Bank Jatim melalui berbagai program pembiayaan, termasuk Gerakan Solusi Permodalan UMKM (Gaspol UMKM), menjadi motor penggerak inklusi keuangan dan penguatan sektor riil,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia menuturkan, keberpihakan terhadap UMKM bukan semata soal pembiayaan, melainkan juga bagian dari upaya membangun pertumbuhan yang inklusif. Dengan distribusi akses modal yang lebih merata, kesenjangan antarwilayah di Jawa Timur diharapkan dapat ditekan.
Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha. Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika dan tantangan global.
Bank Jatim diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi UMKM. Peran itu mencakup pendampingan usaha, peningkatan literasi keuangan, hingga penguatan produktivitas pelaku usaha kecil.
Dengan dukungan yang berkelanjutan, pemerintah provinsi menargetkan sektor UMKM tetap menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sekaligus pendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.




