Bromo dan Semeru Ditutup Bertahap Selama 2026, Ini Jadwal Resminya

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menetapkan sejumlah periode penutupan kawasan wisata Gunung Bromo dan jalur pendakian Gunung Semeru sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diberlakukan untuk mendukung pemulihan ekosistem kawasan konservasi sekaligus menghormati tradisi dan ritual adat masyarakat Tengger.

Jadwal penutupan tersebut diumumkan secara resmi oleh Balai Besar TNBTS dan disampaikan melalui infografis yang beredar di media, salah satunya TIMES Indonesia. Pengelola kawasan mengimbau masyarakat dan wisatawan menyesuaikan rencana kunjungan agar tidak terkendala selama masa penutupan berlangsung.

Berdasarkan informasi resmi TNBTS, terdapat lima periode penutupan kawasan sepanjang 2026. Penutupan pertama dilakukan pada 17–18 Januari 2026 dalam rangka peringatan akhir bulan Kapitu. Selanjutnya, kawasan ditutup pada 19–20 Maret 2026 bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.

Baca juga  Ribuan Guru Ponorogo Turun ke Jalan Tolak Mutasi Kepala Sekolah

Penutupan berikutnya diberlakukan pada 6–12 April 2026 selama libur pasca Idul Fitri. Pada 30 Mei hingga 2 Juni 2026, kawasan Bromo dan jalur pendakian Semeru kembali ditutup untuk pelaksanaan Upacara Yadnya Kasada yang disertai kegiatan pembersihan kawasan. Adapun penutupan terakhir dijadwalkan pada 8–9 Desember 2026 dalam rangka peringatan awal bulan Kapitu.

Selama periode tersebut, seluruh aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo serta kegiatan pendakian Gunung Semeru ditutup sementara dan tidak dapat diakses oleh pengunjung.

Baca juga  5 Destinasi Wisata Paling Ramai di Banyuwangi 2025, Pulau Merah Pimpin Kunjungan

Balai Besar TNBTS menegaskan, penutupan berkala ini merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan taman nasional yang berkelanjutan. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, kebijakan tersebut juga bertujuan menghormati kearifan lokal serta nilai-nilai budaya masyarakat adat Tengger yang telah hidup berdampingan dengan kawasan konservasi selama puluhan tahun.

Pengelola kawasan berharap wisatawan mematuhi ketentuan yang berlaku dan terus memantau informasi melalui kanal resmi TNBTS sebelum merencanakan perjalanan ke kawasan Bromo dan Semeru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *