PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dugaan pemotongan tunjangan guru ngaji di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, mendapat respons dari Bupati Probolinggo. Ia menegaskan telah mengingatkan agar penyaluran insentif dilakukan secara utuh kepada para penerima.
Pernyataan itu disampaikan Bupati melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Pilihanrakyat.id pada Rabu, 25 Maret 2026. Ia mengaku sejak awal telah mewanti-wanti Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) sebagai pelaksana distribusi di tingkat kecamatan agar tidak ada pemotongan dalam penyaluran bantuan tersebut.
“Sejak awal saya sudah memastikan dan mewanti-wanti ke MWC NU agar insentif diterima utuh oleh guru ngaji,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui terdapat temuan di lapangan terkait pembagian tunjangan kepada pihak lain yang tidak terdaftar sebagai penerima. Pembagian itu disebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Ada beberapa yang dibagi dengan guru ngaji lainnya yang tidak ada dalam data tanpa koordinasi. Sudah kita tegur untuk segera diselesaikan,” katanya.
Sebelumnya, dugaan pemotongan tunjangan guru ngaji mencuat setelah sejumlah penerima di Kecamatan Krucil mengaku tidak menerima dana secara penuh. Selain di Desa Watupanjang, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa desa lain seperti Guyangan, Tambelang, dan Krobungan.
Di sisi lain, pihak MWCNU Kecamatan Krucil membantah adanya pemotongan. Mereka menyatakan penyaluran telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah telah berupaya mencairkan insentif tersebut sebelum Lebaran guna menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Ia berharap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.




