Eksperimen Otomatis Honda yang Terlupakan: Menilik Kembali Honda DN-01

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Pada 2008, Honda memperkenalkan sebuah sepeda motor yang sulit dikategorikan. Bukan murni cruiser, bukan pula sport, apalagi skuter. Namanya Honda DN-01. Motor ini menjadi salah satu eksperimen paling berani pabrikan asal Jepang tersebut, terutama karena mengusung transmisi otomatis pada kelas moge—sesuatu yang saat itu tergolong tidak lazim.

DN-01 dibekali mesin 680 cc, V-twin 52 derajat, berpendingin cairan dengan sistem injeksi bahan bakar. Tenaganya berkisar 61 daya kuda dengan torsi sekitar 64 Nm. Namun yang menjadi sorotan utama bukanlah performanya, melainkan penggunaan Human Friendly Transmission (HFT), sistem transmisi otomatis hidrostatik yang memungkinkan pengendara memilih mode Drive, Sport, atau manual lewat tombol di setang. Sistem ini diklaim memberikan perpindahan tenaga yang halus tanpa hentakan.

Secara desain, DN-01 tampil futuristik dengan siluet rendah dan memanjang. Tinggi jok yang rendah serta posisi kaki selonjoran menghadirkan ergonomi ala cruiser yang santai. Bobotnya mencapai sekitar 270 kilogram, membuat motor ini terasa stabil di kecepatan jelajah, tetapi cukup berat saat manuver di kecepatan rendah.

Baca juga  Yamaha Aerox 2026 Meluncur, Tampil Lebih Sporty dan Canggih

Dari sisi fitur, DN-01 sudah dilengkapi Combined ABS. Namun, motor ini tidak memiliki ruang bagasi sebagaimana maxi-skuter. Windshield yang relatif kecil juga membuat perlindungan angin kurang optimal untuk perjalanan jarak jauh.

Sejumlah ulasan media otomotif internasional menilai DN-01 nyaman digunakan di perkotaan berkat transmisi otomatisnya yang halus. Namun performanya dianggap kurang agresif untuk ukuran motor berbobot besar. Ground clearance yang rendah juga membuat footboard mudah menyentuh aspal saat menikung tajam.

Baca juga  Ketum PBNU; Santri Harus Kreatif Dan Inofatif

Saat diluncurkan, harga DN-01 tergolong tinggi dibanding motor sekelasnya. Kombinasi harga premium dan konsep yang terlalu “maju dari zamannya” membuat penjualannya tidak memenuhi ekspektasi. Produksinya pun dihentikan sekitar 2010.

Kini, hampir dua dekade setelah debutnya, Honda DN-01 justru dikenang sebagai motor yang berani keluar dari pakem. Ia mungkin bukan produk paling sukses secara komersial, tetapi menjadi bukti bahwa industri roda dua pernah mencoba mendobrak batas antara kenyamanan otomatis dan karakter moge konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *