Empat Tahun Jadi Menteri, Susi Tenggelamkan 488 Kapal Illegal Fishing

Dalam empat tahun terakhir, Menteri Susi menyebut telah menenggelamkan 488 kapal illegal fishing yang berasal dari berbagai negara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, Tiongkok, Belize, hingga kapal tak berkebangsaan.


PILIHANRAKYAT.ID, NEW YORK – Pemerintah Indonesia menerapkan aturan pelarangan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dan penetapan zonasi masing-masing kapal penangkap ikan, sesuai dengan jenis kapal, ukuran kapal, alat tangkap yang digunakan, dan jenis ikan tangkapan. Indonesia juga menutup sepenuhnya perikanan tangkap bagi kapal-kapal asing.

Demikian disamapikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada ratusan mahasiswa saat mengisi kuliah umum di School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University, New York, Rabu (26/9/2018) lalu.

“Indonesia tak pernah kompromi dengan para pencuri di lautan kita. Jadi, kalau selama ini saya terkenal dengan kata ‘tenggelamkan’, tenggelamkan itu bukan ide saya saja. Itu sudah diamanatkan dalam Undang-undang untuk menimbulkan efek jera bagi para pelaku illegal fishing. Ini adalah upaya menjaga kedaulatan laut kita untuk dikelola secara baik bagi kemaslahatan bangsa,” papar Menteri Susi.

Baca Juga:

Dalam empat tahun terakhir, Menteri Susi menyebut telah menenggelamkan 488 kapal illegal fishing yang berasal dari berbagai negara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, Tiongkok, Belize, hingga kapal tak berkebangsaan.

Baca juga  Polemik Dibalik Surat Edaran Pemprov Sumut

“Manfaatnya pun langsung terasa. Stok ikan lestari (Maximum  Sustainable Yield/MSY) Indonesia yang pada 2013 lalu hanya 7,31 juta ton per tahun meningkat menjadi 12,54 juta ton per tahun 2017 ini,” paparnya.

“Selain itu, karena ikan di laut kita sudah kembali banyak, pemerintah juga mendorong peningkatan konsumsi ikan per kapita per tahun masyarakat Indonesia. Jangan sampai di negara lumbung ikan ini, anak-anaknya malah tumbuh kuntet karena kekurangan gizi,” lanjut Susi.

Baca: Menteri Susi Menjadi Sosok Inspiratif Dalam Pertemuan SDSN ke-13 di New York

Ia percaya, laut adalah anugerah Tuhan yang perlu dijaga. Oleh karena itu, kepada mahasiswa yang hadir Menteri Susi berpesan untuk menjaga kesehatan dan kelestarian sumber daya kehidupan laut. Penegakan dan perlindungan hak laut harus dijamin melalui pengembangan pengelolaan laut berkelanjutan dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah  dengan mengakui hak laut (ocean rights) sehingga laut yang sehat (healthy ocean) dapat terwujud. Sama halnya dengan manusia, menurut Menteri Susi hak laut juga harus diperjuangkan. “Selama ini laut dan isinya hanyalah dianggap objek yang tak memiliki hak, sehingga banyak terjadi eksploitasi sumber daya laut secara berlebihan hanya untuk kepentingan jangka pendek manusia,” katanya.

Baca juga  Kemenag Perpanjang Pendaftaran Online CPNS Hingga 15 Oktober

Baca juga: Susi Pudjiastuti Sebut Perang Dagang Cina-AS Peluang Bagi Produk Perikanan Indonesia

Indonesia sendiri telah menunjukkan kepeduliannya melalui keikutsertaan dalam berbagai aksi global perlindungan laut seperti Our Ocean Conference, UN Ocean Conference, dan High Level Panel kelautan lainnya. Berbagai inisiatif yang disampaikan dapat menghasilkan Rencana Aksi Global untuk Laut yang Sehat dan Berkelanjutan.

“Indonesia akan terus memerangi IUU fishing dan mengakhiri metode penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan. Dengan mengatur ukuran kapal penangkap ikan dan membatasi ukuran sumber daya perikanan yang dapat ditangkap, Indonesia mencoba untuk mengelola sumber daya ini secara berkelanjutan dengan tetap melindungi ekosistem laut dan menjadikan laut sehat serta produktif,” tutupnya.

Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *