News  

Faisol Riza Hadiri Peringatan Malam Lailatul Qadar Bersama Warga Nahdliyin di Probolinggo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolonggo-Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menghadiri peringatan malam Lailatul Qadar bersama warga Nahdliyin se-Kabupaten Probolinggo di Gedung Islamic Center Kraksaan, Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti ratusan jamaah dari kalangan Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, serta tokoh agama, pemuda, dan tokoh masyarakat.

Sejumlah tokoh daerah turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya KH Malik Sanusi, Wakil Wali Kota Probolinggo, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dan DPRD Kota Probolinggo. Hadir pula sejumlah tokoh pesantren seperti KH Tauhidullah Badri, Gus Hafidzul Hakim Nur, Gus Hasan Ahsan Malik, dan Gus Hasan Habibifillah.

Dalam sambutannya, Faisol Riza mengatakan dirinya banyak mempelajari berbagai hal sejak mendapat amanah di Kementerian Perindustrian. Ia menyebut pemerintah tengah berupaya memperkuat industri nasional agar mampu bersaing dengan industri dari luar negeri.

Baca juga  Banser Kraksaan Turun Tangan Bantu Warga Terdampak Banjir

Menurut Faisol, Kementerian Perindustrian memiliki tujuan mendorong agar industri dalam negeri dimiliki dan dikuasai oleh bangsa Indonesia sendiri. Dengan demikian, industri nasional dapat tumbuh menjadi sektor yang kuat dan berdaya saing.

Ia mencontohkan industri rokok sebagai salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Industri tersebut, kata dia, menyumbang hampir 10 persen terhadap pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau sekitar Rp200 triliun.

Baca juga  Soal FPI, Menteri Agama Tidak Mampu Untuk Mengatasinya, Ini faktanya

Faisol juga menyinggung peran daerah penghasil tembakau, termasuk Kabupaten Probolinggo. Menurut dia, sebagian besar tembakau yang digunakan dalam industri rokok nasional berasal dari daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Faisol mengaku tidak menyangka latar belakangnya sebagai lulusan pesantren dapat membawanya mempelajari berbagai bidang industri. “Dulu waktu di pesantren belajar akhlak dan mengaji Al-Qur’an, sekarang juga belajar tentang nikel, unsur-unsur kimia, ferro, dan hal-hal lain terkait industri,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *