PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut perayaan Imlek Nasional sebagai cerminan akulturasi budaya yang tumbuh dan menguat di Indonesia. Ia menilai Imlek bukan sekadar perayaan komunitas Tionghoa, melainkan bagian dari mozaik kebudayaan nasional yang merefleksikan semangat kebinekaan.
Menurut Fadli, perjalanan sejarah Imlek di Indonesia menunjukkan dinamika panjang relasi antarbudaya. Tradisi yang berakar dari peradaban Tiongkok itu bertransformasi dan berbaur dengan nilai-nilai lokal, sehingga melahirkan ekspresi budaya yang khas Indonesia.
“Imlek Nasional menjadi simbol bahwa kebudayaan Indonesia dibangun dari perjumpaan berbagai tradisi. Inilah wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menambahkan, pengakuan negara terhadap perayaan Imlek sebagai bagian dari hari besar nasional menandai komitmen pemerintah dalam merawat keberagaman. Kebijakan tersebut, menurut dia, mempertegas bahwa seluruh unsur masyarakat memiliki ruang yang sama dalam kehidupan berbangsa.
Fadli juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Imlek sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial. Perayaan ini, kata dia, tidak hanya menghadirkan nilai spiritual dan budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga lintas etnis dan agama.
Dalam konteks kebudayaan, pemerintah berupaya mendorong pelestarian tradisi sekaligus membuka ruang dialog antarbudaya. Fadli menilai, interaksi yang sehat antaridentitas menjadi fondasi penting bagi persatuan nasional.
Perayaan Imlek tahun ini digelar di berbagai daerah dengan beragam kegiatan budaya, mulai dari pertunjukan barongsai hingga festival kuliner khas. Kehadiran publik yang lintas latar belakang menunjukkan bahwa Imlek telah menjadi bagian dari perayaan bersama dalam kehidupan masyarakat Indonesia.




