Jatim Memfokuskan Program OPOP

Emil Dardak (foto: ist)
Emil Dardak (foto: ist)

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Pemprov Jatim yang bekerja sama dengan UNU Surabaya memfokuskan pada Program One Pesantren One

Product (OPOP), program ini untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Emil Dardak menegaskan, Jatim akan berkomitmen untuk terus mengembangkan Program OPOP agar pesantren menjadi sebuah

epicentrum ekonomi.

“Dalam konsep ini, OPOP bukan diarahkan kepada inkubasi bisnis individu atau kelompok, melainkan menjadikan pesantren sebuah

epicentrum ekonomi bernafaskan nilai-nilai luhur ekonomi syariah dan kekeluargaan,” papar Wakil Gubernur Jatim.

Dengan SDM yang silih berganti, memjadikan Pesantren dapat mempertaajam produk yang mereka ciptakan

“Adapun pesantren, dengan silih bergantinya insan santri, akan terus mempertajam keunggulan produk mereka, dan mewarnai

Baca juga  Skutik Maxi Longjia Vmax 175 Masuk Radar Pasar, Tantang NMAX dan PCX

ekonomi Jawa Timur dengan kualitas dan keluhuran praktek ekonomi pesantren yang mengedepankan kerja keras dan kepedulian

sosial,” tambahnya.

Pada waktunya, santri akan keluar dari pesantren dan akan bergabung dengan masyarakatnya. Sehingga produk yang dihasilkan saat di pesantren kemunkinan akanditeruskan oleh santri yang lain atau dibawa ke masyarakatnya.

“Kami menyadari bahwa santri tidak selamanya berada di pesantren, akan ada masa dimana santri harus mandiri dan keluar dari

pesantren. Sehingga produk yang dicetuskan dan dihasilkan oleh santri ketika masih berstatus sebagai santri pada akhirnya ada

Baca juga  Buntut Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Copot Kapolres Malang

dua kemungkinan. Pertama; produk tersebut diteruskan oleh pesantren melalui entitas koperasi pondok pesantren. Kedua; produk

tersebut diteruskan sendiri oleh santri (alumni) dengan melibatkan masyarakat sekitar, yang kemudian kami menyebutnya

Sosiopreneur,” Jelas Emi.

“Targetnya adalah, minimal satu Koppontren, satu produk Unggulan Pesantren. Di dalamnya ada konsep Communal Branding Produk

Pesantren,” katanya.

Alumni yang memiliki usaha perdagangan dapat dimanfaatkan untuk juga menjual produk unggulan Pesantren

“Saat ini terdapat banyak alumni pesantren yang berbisnis, namun belum terpetakan dengan baik. Melalui program ini, bagi

alumni yang memilih usaha perdagangan misalnya, dapat menjual produk unggulan pesantren,” pungkasnya. (Cipto/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *