PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur kembali meningkat pada awal 2026. Dinas terkait mencatat 839 ekor ternak terpapar PMK yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Peningkatan kasus ini memicu kewaspadaan pemerintah daerah mengingat dampaknya terhadap peternak dan distribusi hewan ternak.
Sebagian besar ternak yang terjangkit merupakan sapi, dengan gejala klinis berupa luka pada mulut dan kuku yang mengganggu produktivitas serta berisiko menimbulkan kematian. Mobilitas ternak antardaerah disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran virus PMK di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan telah melakukan langkah-langkah pengendalian, mulai dari pembatasan lalu lintas ternak hingga pengobatan terhadap hewan yang terinfeksi. Pengawasan diperketat terutama di sentra-sentra peternakan dan daerah dengan kepadatan populasi sapi yang tinggi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah pusat akan segera mengirimkan sekitar satu juta dosis vaksin PMK ke Jawa Timur. Vaksin tersebut disiapkan sebagai upaya pencegahan agar penularan tidak semakin meluas.
Menurut Emil, vaksin akan diprioritaskan untuk wilayah dengan kasus aktif dan daerah penyangga yang memiliki potensi penularan tinggi. Selain vaksinasi, pemerintah juga menyiapkan obat-obatan bagi ternak yang sudah terinfeksi guna menekan angka kematian.
Emil menilai kedatangan vaksin ini krusial mengingat meningkatnya mobilitas ternak menjelang bulan Ramadan dan Idul Adha. Ia meminta peternak tetap melaporkan kondisi ternaknya serta mematuhi imbauan petugas kesehatan hewan.
Pemerintah daerah berharap kombinasi antara vaksinasi massal, pengawasan ketat, dan kesadaran peternak dapat menekan penyebaran PMK di Jawa Timur. Langkah tersebut diharapkan mampu melindungi keberlangsungan sektor peternakan yang menjadi penopang ekonomi masyarakat pedesaan.




