Daerah  

LIRA Krucil Kecam Dugaan Pemotongan Insentif Guru Ngaji

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dugaan pemotongan tunjangan guru ngaji di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, terus menuai sorotan. Selain laporan dari sejumlah desa, kritik kini datang dari kalangan aktivis masyarakat.

Mukhlas, Camat LSM LIRA Krucil, menyayangkan adanya dugaan pemotongan tersebut. Ia menilai tindakan itu tidak menghargai peran guru ngaji yang selama ini mengabdi dalam mendidik generasi muda tanpa pamrih.

“Guru ngaji merupakan profesi yang sangat luar biasa. Mereka tanpa pamrih dalam mendidik generasi muda. Kok tega-teganya para oknum masih memotong tunjangan para guru ngaji,” ujar Mukhlas, Rabu, 25 Maret 2026.

Baca juga  Aurel Hermansyah Menangis Saat Tahu Atta Mau Pergi Ke Korea, Ada Apakah Gerangan?

Ia juga mendesak agar pihak-pihak yang diduga menyalahgunakan wewenang segera ditindak. Menurutnya, jika terbukti, oknum yang terlibat harus diberi sanksi tegas.

“Kami meminta agar para oknum ranting NU yang telah menyalahgunakan wewenang agar segera dikeluarkan dari NU,” katanya.

Mukhlas menegaskan, persoalan ini bukan semata soal nominal bantuan. Lebih dari itu, ia menilai dugaan pemotongan tersebut telah mencederai marwah organisasi keagamaan serta kepercayaan masyarakat.

“Ini bukan persoalan nominal. Ini marwah NU yang menjadi korban. Bagi kami, uang Rp400 ribu untuk guru ngaji tidak sebanding dengan semangat dan ketulusan mereka. Parahnya, masih dipotong oleh oknum kader,” ujarnya.

Baca juga  Imlek 2026, 438 Ribu Wisatawan Lintasi Bandara Ngurah Rai

Sebelumnya, dugaan pemotongan tunjangan guru ngaji mencuat setelah sejumlah penerima di Kecamatan Krucil mengaku tidak menerima dana secara utuh. Selain di Desa Watupanjang, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di desa lain seperti Guyangan, Tambelang, dan Krobungan.

Di sisi lain, pihak Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krucil membantah adanya pemotongan dalam penyaluran tunjangan tersebut. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait yang dapat menjelaskan perbedaan informasi di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *