PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Hujan cukup deras disertai angin mengguyur wilayah selatan Kabupaten Probolinggo pada Rabu malam, 18 Februari 2026, bertepatan dengan malam pertama salat tarawih Ramadan 1447 Hijriah. Bahkan sebelum waktu Maghrib, kondisi cuaca di sejumlah wilayah pegunungan sudah tampak sangat berembun dan berkabut.
Sejumlah kecamatan seperti Krucil, Tiris, dan sekitarnya dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas cukup tinggi sejak selepas Maghrib. Angin yang berembus bersamaan dengan turunnya hujan membuat suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya.
Di Kecamatan Krucil, hujan turun hampir setiap hari. Meski cuaca kurang bersahabat, warga tetap berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Isya dan tarawih di malam pertama Ramadan.
Sholihin, warga Krucil, mengatakan hujan sudah cukup sering turun dalam beberapa hari terakhir. “Hujan di sini (Krucil) cukup sering. Malam ini, malam pertama tarawih sudah disambut hujan,” kata Sholihin, Rabu malam (18/02/2026).
Ia berharap hujan yang turun di awal Ramadan ini membawa kebaikan bagi masyarakat. “Semoga hujan ini merupakan hujan berkah, apalagi hujan di awal Ramadan,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG Juanda, wilayah Jawa Timur bagian selatan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya kelembapan udara dan pertumbuhan awan konvektif, terutama di daerah dataran tinggi dan pegunungan.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk genangan air dan pohon tumbang akibat angin, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. Meski demikian, hujan yang turun di awal Ramadan ini diharapkan menjadi berkah bagi masyarakat yang menyambut bulan suci.




