Mardani: Lindungi Tokoh Agama Sebagai Aset Bangsa

DPP PKS Mardani Ali (pilihanrakyat.id)
DPP PKS Mardani Ali (pilihanrakyat.id)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta–Kasus yang menyeret UAS atas
video ceramah tiga tahun lalu masih terus hangat di warga net. kasus ini
mendapat perhatian pula dari politisi PKS, Mardani Ali Sera.

Mardani Ali Sera selaku Ketua DPP PKS, minta Polisi usut tuntas pengunduh
potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS). Video ceramah UAS tiga tahun lalu kini menjadi viral sampai berujung pada palaporan oleh beberapa kelompok masyarakat ke Polisi.

“Saya berharap aparat penegak hukum dapat segera mengusut pelaku pengunduh potongan ceramah UAS tiga tahun lalu yang meresahkan kerukunan antar umat beragama, apalagi diunduh lewat akun twitter” kata Mardani, Kamis (22/8).

Baca juga  KONKOORCAB IX PMII SULTENG Layaknya Frendly Macth dalam dunia Sepakbola

Lebih lanjut, legislator PKS asal Dapil Jakarta Timur itu mengatakan, negara
perlu hadir melindungi seluruh tokoh agama, “Indonesia sebagai negara hukum yang berfalsafah Pancasila harus terdepan menjaga dan melindungi tokoh agama sebagai aset bangsa dari berbagai upaya kriminalisasi dan persekusi,” tutur
Mardani.

Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengatakan di era keterbukaan dan kecepatan informasi karena teknologi internet ini, masyarakat juga harus selalu berpikir jernih melihat postingan di media sosial.

“Menjaga harmonisasi dan toleransi antar umat beragama ini harus senantiasa kita wujudkan, salah satunya dengan selalu berpikir jernih melihat postingan orang dalam media sosial, bisa jadi itu hanya propaganda untuk memecah belah dan mengadu domba kita,” ujar Mardani.

Baca juga  Setditjen PPDT Bedah Jalur Litigasi dan Non-Litigasi dalam Penyelesaian Sengketa Hukum

Mardani mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak terpancing upaya
paropaganda dan adu domba oleh segelintir orang yang ingin Indonesia tidak harmoni, “Mari kita jaga selalu persatuan dan kesatuan bangsa sebagai salah satu nilai dalam Pancasila. Polisi harus segara hadir dengan mengusut pelaku yang pertama kali memposting potongan video ceramah UAS 3 tahun lalu itu,” pungkasnya. (Cipto/PR.ID)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *