PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Partai NasDem malu-malu mengakui dirinya akan keluar kekuasaan dan menjadi oposisi dari pemerintahan. Akan tetapi oposisi yang menjadi asumsi NasDem ialah oposisi hanya menjadi alat kontrol bukan mosi.
Hal itu dikatakan oleh Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, MSi yang mengatakan bahwa Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan oposisi dari kekuasaan Presiden Jokowi.
“Menurut saya, NasDem tidak secara terbuka menyatakan keluar dari kekuasaan. Namun, sikap politik terhadap pemerintah akan dilakukan secara terbuka,” kata Ahmad Atang di Kupang, Selasa, (5/11).
Jadi NasDem mengambil sikap oposisi lebih sebagai alat kontrol bukan mosi. Itu yang menjadi pemahanman bersama. Sebab, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sudah secara tegas menyatakan akan menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi.
Kata Ahmad, meski Partai NasDem berada dalam pemerintahan, tetapi dalam negara dengan sistem presidensial, tidak ada oposisi ekstrem. Namun, yang ada hanya oposisi loyal.
“Jadi NasDem mengambil sikap oposisi lebih sebagai alat kontrol bukan mosi,” ujarnya.
Ahmad memandang politik yang dibangun oleh Surya Paloh itu merupakan bentuk politik koalisi bukan oposisi. Maka dari itu kita dapat memahami mana partai yang oposisi sebagai alat kontrol dan mana partai yang oposisi sebagai mosi.
Dengan alasan itulah, menurut dia, anggota koalisi tidak kehilangan sikap kritisnya terhadap pemerintah, karena koalisi bersifat ad hoc bukan permanen. “Berbeda dengan sistem parlementer yang berlaku oposisi permanen,” tuturnya. (Rifa’i/PR.ID)




