Puisi  

Puisi Seperti Bom Atom | Kupu-kupu Telaga | Cerita Satu Babak | Niat Penyair

Kontributor: Achmad Sulaiman 

Seperti Bom Atom 

pandang matanya melepaskan bom atom
selembut suaramu ia berdebum di ulu dada
ia meledak sekali ledakan yang kuhikmati
dan dunia yang kubangun hancur dalam diri

2013

Sketasa Mujibur Rohman 8: Menari di atas Tangisan  
via : www.facebook.com/rahmanovic.barcelonista

Kupu-kupu Telaga 

kupu-kupu telaga abad kebisuan
terbanglah bersama gema sonetaku
yang lengking ke masa lau
menyerap mu’jizat darah perawan

telah kugembalakan sapi pengantin
dari sepasang putih tulang rinduku
rerumputan hijau menyerahkan gizi
menyuburkan niatan hati para perjaka

 seperti opera tahun-tahun masa kanak
sonetaku menjadi udara berlapis-lapis
 tempat istirah si darah perawan desa

kau singgah bersama kupu-kupu telaga
di langit bangau-bangau terbang bahagia
pulang ke selatan tempatku bermunajat

2013

Cerita Satu Babak 

Amelia,  bergetar bibir dan bola matanya di musim hujan,
senyum dan kedipan yang bermakna sebuah kenangan:
menyusun sendiri lembar-lembar peristiwa dalam dadanya
dan romantisme cinta hanya ilusi terakhir dari peradaban

gempa masa lalu melanda bumi hijau cintanya
rumah-rumah jiwa runtuh sebab kasta-kasta
telah menjadi pedoman hidup orang-orang
dan kebahagiaan diyakini ada di inti harta benda

gemetar tangannya memungut keping hati
tatapnya tegas ke cakrawala menggerakkan benda-benda
menuju penyatuan terciptanya kastil-kastil abadi

Amelia bicara pada hujan,
pad asegala yang bernama kefanaan.
cinta ada untuk dibunuh dan dilupakan dunia

2013

Niat Penyair 

lelaki desa yang berniat jadi penyair pergi ke kota,
ijazah SMA-nya ia lipat jadi pesawat dan perahu
puisi-puisi pemberontakan diri, alam, dan Tuhan
membuat matanya merah memandang dunia jauh

penyair dengan puisi tanpa kata cinta di kota
memadamkan api neraka di matanya pada tahun kelima
kini ia bahagia hidup sementara di desa bersama keluarga
dan cinta yang memberkati kehidupan di lingkupnya

penyair di desa berniat pergi ke bulan madu
ia ingin menanam mata kekasih hatinya
biar kota yang telah menghianatinya mengerti betapa

 jika niat adalah grafitasi dalam dirinya
kemudian ia kabarkan hal ihwal niatnya pada penyair
di koran-koran minggu, di bulan-bulan yang sendu

2013

Achmad Sulaiman adalah pemangku blog pilihan rakyat (pilihanrakyatnews.blogspot.co.id). Juga seorang blogger dan penulis lepas. Sesekali diundang menjadi Notulen, moderator, dan pembaca puisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *