Reses Komisi D Ainu Anggara S.Si ; Ajak Masyarakat Terlibat Aktif Di Pemerintahan

PILIHANRAKYAT.ID, Bojonegoro- Anggota DPRD Kab. Bojonegoro dari Daerah Pemilihan (Dapil) V (Ngasem, Kalitidu, Malo, Purwosari, Padangan, Kasiman, Kedewan dan Gayam) Ainu Anggara, S.Si menggelar reses masa sidang ll Tahun 2021, di Desa Sudah, Kecamatan Malo,Rabu (5/5/2021)

Reses anggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan ini dihadiri pengurus kader Partai Persatuan Pembangunan, Kepala Desa Sudah, Bhabinkamtibmas, Babinsa Kapas, tokoh masyarakat serta tamu undangan lain. Acara berjalan tertib, aman, dan lancar serta tetap menaati Protokol Kesehatan (Prokes) Covid -19.

Dalam acara reses tersebut, Ainu Anggara S.Si memaparkan tugas dan fungsi anggota legislatif serta meminta masukan kepada masyarakat hal apa yang bisa diajukan kepada dirinya sebagai wakil rakyat yang mewakil Derah pemilihan (Dapil) V.

Baca juga  Viral Video Prank Ulang Tahun Ketua DPRD, CS dan Pamdal DPRD Probolinggo Buka Suara

Lebih lanjut Ainu Anggara S.Si mengatakan, masyarakat Bojonegoro harus bisa ambil bagian dalam roda pemerintahan yang masih belum seimbang, di mana masyarakat Bojonegoro yang dengan APBD Rp 6 triliun lebih.

“Sudahkah betul-betul sampai dan dirasakan oleh masyarakat luas di dalam mensejahterakan masyarakat Bojonegoro,” bebernya.

Di kesempatan lain, Kepala Desa Sudah Agus Muklison yang mewakili masyarakatnya dalam usulan dan sarannya meminta untuk bisa memberikan lapangan pekerjaan yang luas kepada masyarakat khususnya kepada warga Desa Sudah, yang saat ini sedang terpuruk akibat pandemi yang masih belum berakhir.

Baca juga  Gista Si Bumil Cantik yang Masuk Istana, Netizen Dibikin Pangling

Selain menyampaikan hal itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dunia pendidikan khususnya program tatap muka.

“Di mana di sisi lain pasar dibuka dengan leluasa, toko dan mall juga terkesan ada pembiaran, sehingga sistem belajar mengajar pendidikan di wilayah Bojonegoro prosentasenya sangat turun dratis, dan berdampak pada anak didik yang merasa malas, juga terkesan sebagai pembodohan pendidikan di Bojonegoro semata. Tolang agar dapatnya diperhatikan guna mewujudkan proses tatap muka di lingkungan pendidikan sekolah,” pungkasnya

(RED/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *