PILIHANRAKYAT.ID, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono angkat bicara soal iuran kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang melonjak naik. Ia mengatakan iuran BPJS tidak perlu naik, karena bukan kurang besarnya iuran BPJS Kesehatan tapi karena bocor selama ini alias korupsi.
Di ketahui, bahwa rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan diinisiasi langsung oleh Kemenkeu, bahkan Sri Mulyani mengusulkan skema kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat dibandingkan iuran yang sudah berlaku sebelumnya.
Sementara kata Arief, sebelum tergesa-gesa menaikan tarif iuran BPJS Kesehatan, kita kaji dan audit dulu secara komprehensif penggunaan dana BPJS Kesehatan. Karena tidak menutup kemungkinan ada penyimpangan dan korupsi antara petinggi BPJS Kesehatan dan rumah sakit provider BPJS Kesehatan.
“Gini aja pernah tidak peserta BPJS Kesehatan ketika mengunakan fasilitas Rumah Sakit untuk berobat, setelah itu diberikan bukti pengeluaran biaya yang habis untuk berobat baik untuk jasa rumah sakit maupun obat obatan di rumah sakit tersebut ,kan enga ada selama selama ini,” tegas Arief
Lanjutnya, dengan tidak Ada bukti kuitansi kepada pasien BPJS Kesehatan maka ini mudah terjadi mark up yang disetujui oleh petugas BPJS Kesehatan selama ini dengan pihak provider Rumah Sakit, dengan kata lain ini ada kongkalikong di balik layar.
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan memang terlihat konyol, bahkan untuk peserta penerima bantuan iuran (PBI) juga dikenakan tarif.
“Ini sumber kebocoran dana BPJS Kesehatan selama ini yang jumlahnya puluhan trilyun dan ini permainan antara pejabat BPJS Kesehatan dan rumah sakit provider BPJS Kesehatan. Nah, Sri Mulyani ngerti enggak itu?” Jelasnya
Sejauh ini kepesertaan BPJS Kesehatan sudah cukup stabil di masyarakat, bahkan dalam aturan-aturan pembayaran masyarakat sudah mengikuti dengan prosedur yang sudah ditetapkan.
“Karena menurut kawan kawan saya yang berprofesi sebagai aktuaria sebenarnya premi yang dibayarkan ke BPJS Kesehatan oleh masyarakat selama ini lebih dari cukup.
Hanya bocornya enga tahan” tegas Arief (Noeris/PR.ID)




