PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Xiaomi kembali mengguncang pasar smartphone dengan meluncurkan Xiaomi 13T Pro, ponsel kelas mid-range dengan spesifikasi mendekati flagship. Perangkat ini dipersenjatai chipset MediaTek Dimensity 9200+, layar AMOLED 144 Hz, serta kamera belakang Leica yang menjanjikan kualitas foto dan video mumpuni.
Layar seluas 6,67 inci CrystalRes AMOLED dengan refresh rate tinggi dan dukungan Dolby Vision menawarkan pengalaman visual yang halus dan tajam untuk video maupun game. Kombinasi memori LPDDR5X hingga 16 GB dan penyimpanan 1 TB menjanjikan keseimbangan antara ruang, kecepatan, dan stabilitas dalam penggunaan sehari-hari.
Sektor fotografi menjadi sorotan utama. Unit tiga kamera belakang bersensor 50 MP dengan lensa Leica dan kemampuan zoom optik 2× dirancang untuk menarik minat pengguna kreatif dan content creator. Kamera depan 20 MP melengkapi paket untuk kebutuhan selfie dan video call.
Namun di balik performanya yang menjanjikan, pengalaman baterai menjadi perdebatan di kalangan pengguna dan pengulas. Xiaomi membekali ponsel ini dengan baterai 5 000 mAh dan teknologi pengisian cepat 120 W yang diklaim mampu mencapai 0–100 % hanya dalam waktu sekitar 19 menit — sebuah prestasi yang jarang ditemukan di kelas harganya.
Meski begitu, sejumlah uji mandiri dan komentar pengguna menunjukkan bahwa masa pakai baterai nyata di lapangan bervariasi. Dalam penggunaan aktivitas berat maupun pemakaian harian, daya tahan sering kali hanya mencukupi satu hari penuh, sementara konsumsi daya saat bermain game intens atau foto/video dilaporkan cepat berkurang.
“Baterainya cepat terkuras jika digunakan untuk aktivitas berat,” tulis salah satu pengguna di forum daring. “Meski pengisian cepat luar biasa, saya sering harus membawa powerbank di siang hari.”
Kritikus teknologi juga mencatat bahwa meskipun baterai mampu bertahan dalam uji standby, konsumsi energi saat screen-on dan gaming cukup tinggi, menunjukkan bahwa chipset canggih tersebut belum sepenuhnya diimbangi optimasi perangkat lunak.
Selain itu, fitur-fitur seperti sertifikasi IP68, dukungan 5G, serta konektivitas lengkap seperti NFC dan Wi-Fi 7 memperkuat daya tarik perangkat ini di pasar smartphone modern. Namun tiadanya pengisian nirkabel dan beberapa trade-off lain tetap menjadi catatan kecil bagi sebagian konsumen.
Kesimpulan sementara: Xiaomi 13T Pro hadir sebagai opsi menarik di segmen ponsel kelas atas menengah, khususnya bagi mereka yang mengejar performa dan kecepatan pengisian. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan masa pakai baterai stabil sepanjang hari, pilihan ini masih menghadirkan ambiguitas.










