Daerah  

DPRD Probolinggo Fraksi PDI Perjuangan Tinjau Dampak Longsor dan Puting Beliung di Dapil II

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Bencana alam kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Longsor terjadi di Desa Kotaanyar, Kecamatan Kotaanyar, yang merusak bagian dapur rumah warga. Sementara itu, angin puting beliung menerjang Desa Sumber Kembar, Kecamatan Pakuniran, dan mengakibatkan sedikitnya sembilan rumah mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda.

Merespons kejadian tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan II, Gus Fikri Syafi’i, turun langsung ke lokasi terdampak pada Jumat. Ia didampingi jajaran pengurus PAC dan Ranting setempat untuk melihat kondisi warga sekaligus menyalurkan bantuan awal.

Di lokasi longsor, Gus Fikri meninjau rumah warga yang terdampak dan berdialog dengan pemilik rumah terkait kebutuhan mendesak pascabencana. Ia menyebutkan bahwa kejadian tersebut perlu segera ditindaklanjuti dengan asesmen lanjutan oleh dinas terkait agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga  Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang Hambat Arus Jalan Nasional di Gempol

“Kami hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan yang cepat,” kata Gus Fikri di sela-sela kunjungan.

Selain meninjau lokasi longsor, rombongan juga mendatangi Desa Sumber Kembar yang terdampak angin puting beliung. Di desa tersebut, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan bangunan akibat terpaan angin kencang.

Baca juga  Akses Jalan Menuju Bandara JBS Purbalinga Ditata Bertahap Purbalinga

Menurut Gus Fikri, koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi penting agar bantuan dan perbaikan dapat segera direalisasikan. Ia juga mendorong langkah mitigasi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor dan angin ekstrem.

Warga setempat secara bergotong royong melakukan pembersihan material longsor dan perbaikan sementara rumah yang rusak. Solidaritas masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Peristiwa ini kembali menegaskan perlunya kesiapsiagaan dan penguatan sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Probolinggo, khususnya di daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *