Umat Islam Peringati Malam Nisfu Sya’ban, Momentum Muhasabah dan Doa

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Umat Islam di berbagai daerah di Indonesia memperingati malam Nisfu Sya’ban yang jatuh pada pertengahan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah. Malam ini dikenal sebagai salah satu waktu yang dimuliakan dalam tradisi Islam dan kerap diisi dengan doa bersama, pembacaan Surah Yasin, serta refleksi diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Kementerian Agama Republik Indonesia menyebutkan bahwa Nisfu Sya’ban memiliki makna penting sebagai momentum memperbanyak doa dan introspeksi. Dalam berbagai literatur keislaman, malam ini diyakini sebagai waktu di mana catatan amal manusia diangkat dan diganti dengan catatan yang baru untuk tahun berikutnya.

Direktur Urusan Agama Islam Kemenag RI dalam sejumlah keterangannya menegaskan bahwa amalan pada malam Nisfu Sya’ban sebaiknya dimaknai sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Ia mengimbau masyarakat untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah yang bersifat personal maupun berjamaah, tanpa mengabaikan nilai moderasi beragama.

Baca juga  Bencana Banjir, Mendagri; Sudah Intruksikan Aparatur Sipil Mempermudah pelayanan Dokumen Penting

Senada dengan itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelaskan bahwa tradisi membaca Surah Yasin tiga kali, berdoa, dan berdzikir pada malam Nisfu Sya’ban telah lama hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Tradisi tersebut dipandang sebagai bentuk ijtihad ulama dalam mengajak umat memperbanyak ibadah dan doa.

Dalam hadis riwayat Ibnu Majah disebutkan bahwa Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, kecuali bagi mereka yang masih menyimpan permusuhan dan perbuatan syirik. Karena itu, ulama menganjurkan umat Islam untuk membersihkan hati, memperbaiki hubungan sosial, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Baca juga  Viral, Rumah Tangga Andre Taulany Retak! Begini Pengakuan Pengadilan Agama Tanggerang

Di sejumlah daerah, peringatan malam Nisfu Sya’ban juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. Masjid dan musala dipenuhi jamaah yang mengikuti pengajian dan doa bersama, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya persiapan spiritual menjelang Ramadan.

Kementerian Agama berharap peringatan Nisfu Sya’ban tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *