PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Nama penyanyi Inggris Zayn Malik kembali menjadi perhatian publik setelah tercantum dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files. Arsip tersebut berisi korespondensi lama yang mengelompokkan sejumlah tokoh publik berdasarkan sikap politik mereka terhadap isu Israel dan Palestina.
Dalam salah satu surel bertanggal 2014, Zayn Malik disebut masuk dalam kategori “artis anti-Israel”. Pencantuman itu diduga berkaitan dengan aktivitas Malik di media sosial pada periode konflik Gaza, ketika ia membagikan tautan dan pernyataan dukungan terhadap Palestina.
Dokumen tersebut merupakan bagian dari kumpulan arsip pribadi milik mendiang Jeffrey Epstein yang kini dibuka ke publik. Namun, catatan itu tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antara Zayn Malik dengan Epstein, baik secara personal maupun dalam kasus kriminal yang menjerat Epstein semasa hidupnya.
Selain Zayn Malik, beberapa figur publik internasional lain juga tercantum dalam surel yang sama, di antaranya Emma Thompson, Penélope Cruz, Stevie Wonder, dan Roger Waters. Nama-nama tersebut dicantumkan semata berdasarkan sikap atau pernyataan politik mereka yang dinilai kritis terhadap kebijakan Israel.
Sejumlah pengamat menilai kemunculan arsip ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik. Pasalnya, keberadaan nama seseorang dalam Epstein Files tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam jaringan kejahatan Epstein, melainkan bisa berkaitan dengan arsip korespondensi yang tidak relevan secara hukum.
Hingga kini, Zayn Malik belum memberikan pernyataan resmi terkait kemunculan namanya dalam dokumen tersebut. Publikasi arsip ini kembali memunculkan perdebatan soal batas antara sikap politik selebritas, reputasi publik, dan cara masyarakat menafsirkan dokumen lama yang muncul kembali ke permukaan.




