PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Surabaya–Malang, tepatnya di Dusun Mojorejo, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Senin pagi, 27 Juli 2026, sekitar pukul 06.00 WIB. Peristiwa itu menewaskan tiga orang dan menyebabkan sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan bermula ketika sebuah truk trailer bermuatan gulungan kertas melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Truk diduga melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak truk Colt Diesel yang berada di depannya. Benturan tersebut membuat beberapa sepeda motor yang berada di depan truk Colt Diesel ikut terseret.
Truk trailer kemudian kembali menabrak sebuah truk tangki sebelum kehilangan kendali dan terguling ke sisi kiri jalan. Kendaraan berat itu baru berhenti setelah menghantam sejumlah rumah warga di tepi jalan. Muatan gulungan kertas yang dibawanya berserakan di lokasi, sementara para korban ditemukan di sekitar badan jalan.
Kanit Lantas Polsek Gempol Ipda Bagus mengatakan kecelakaan tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. “Korban meninggal dunia di lokasi sebanyak tiga orang. Sementara beberapa korban luka telah dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Selain korban meninggal, dua orang mengalami luka berat dan dirawat di RS Abiyakto Pasuruan. Empat korban lainnya mengalami luka ringan, terdiri atas seorang penjual bebek, sepasang suami istri pengendara sepeda motor, serta sopir truk Colt Diesel. Mereka mendapatkan penanganan di RS Bhayangkara Porong.
Salah seorang saksi mata, Holidi, 48 tahun, mengatakan dirinya melihat langsung kondisi sesaat setelah kecelakaan terjadi. Menurut dia, truk trailer sampai menghantam rumah warga dan menyebabkan kemacetan panjang di jalur nasional tersebut. Kepolisian kemudian memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow untuk memperlancar proses evakuasi dan mengurai kepadatan kendaraan.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan proses evakuasi sopir truk trailer berlangsung cukup sulit karena korban terjepit di dalam kabin. Setelah truk ditarik menggunakan kendaraan berat, tim Basarnas menemukan korban masih menunjukkan tanda-tanda vital meski dalam kondisi lemah. Korban kemudian distabilisasi sebelum berhasil dievakuasi sekitar pukul 10.09 WIB dan dibawa ke RS Bhayangkara Porong dengan bantuan oksigen. Hingga kini kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta mendata seluruh korban.




