PILIHANRAKYAT.ID, Lampung-Penyaluran bahan bakar minyak atau BBM jenis Pertalite di Provinsi Lampung meningkat sekitar 10 persen sejak Mei 2026. Pertamina Patra Niaga mencatat rata-rata penyaluran mencapai sekitar 2.200 kiloliter per hari, naik dari sekitar 2.000 kiloliter per hari pada periode Januari hingga April 2026.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Provinsi Lampung mengecek langsung ketersediaan BBM di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Kota Bandarlampung, Senin, 22 September 2026.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Budhi Darmawan mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan stok BBM tersedia dan pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar. Pemantauan dilakukan di empat SPBU.
“Stok biosolar, Pertalite, dan Pertamax tersedia. Antrean kendaraan juga terpantau tertib dan terkendali,” kata Budhi di Bandarlampung, Senin.
Petugas juga berdialog dengan konsumen di SPBU 24.351.35 Jalan Ahmad Yani, termasuk pengemudi transportasi online dan kurir. Mereka menyatakan tidak mengalami kesulitan mendapatkan Pertalite.
Budhi mengatakan antrean masih ditemukan di beberapa SPBU. Namun, berdasarkan hasil monitoring, stok BBM tetap tersedia dan tidak ditemukan pelanggaran dalam penyalurannya. Dinas ESDM, kata dia, akan terus mengawasi distribusi sekaligus menindak jika ditemukan penyalahgunaan.
Menurut Budhi, peningkatan kebutuhan BBM antara lain dipengaruhi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi akibat perbedaan harga. Pertumbuhan aktivitas ekonomi di Lampung juga ikut mendorong kenaikan permintaan.
Sales Area Retail Lampung Pertamina Patra Niaga Bima Kusuma Aji mengatakan kenaikan penyaluran Pertalite juga berkaitan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Jumlah kendaraan baru di Lampung disebut meningkat sekitar 21 persen, sedangkan kunjungan wisatawan naik sekitar 25 persen.
“Peningkatan penyaluran Pertalite tidak hanya dipengaruhi perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi, tetapi juga sejalan dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi di Lampung,” ujar Bima.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan Pertamina akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan monitoring berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Pembelian secara berlebihan dinilai dapat mengganggu kelancaran pelayanan dan distribusi BBM kepada konsumen lain.




