PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Bank Indonesia menyebut sekitar 40,09 juta penduduk Muslim di Jawa Timur menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim mengatakan potensi tersebut diperkuat oleh keberadaan 7.347 pesantren dengan jumlah santri lebih dari 660 ribu orang. Basis sosial itu, menurut dia, dapat menjadi bagian penting dalam rantai aktivitas ekonomi syariah.
“Jawa menjadi salah satu epicentrum ekonomi syariah nasional dan khusus Jawa Timur memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat sebagai penggerak utama ekonomi syariah,” kata Ibrahim saat membuka Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu, 26 September 2026.
Ibrahim mengatakan ekonomi syariah tidak lagi sebatas aktivitas konsumsi produk halal. Ekosistem tersebut menghubungkan nilai halal dan amanah dengan produktivitas serta kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, kata dia, potensi jumlah penduduk Muslim dan pesantren perlu diintegrasikan dengan pengembangan UMKM, pembiayaan syariah, industri halal, serta instrumen sosial seperti wakaf dan infak. Integrasi itu diharapkan menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bank Indonesia telah mendampingi 463 pondok pesantren di Jawa Timur dalam pengembangan unit usaha. BI juga memfasilitasi sertifikasi halal bagi lebih dari 2.000 pelaku usaha dan lebih dari 270 juru sembelih halal, serta mengembangkan Zona Halal Assurance System atau HAS.
“Potensi ini terus kita dorong agar semakin produktif dan terintegrasi sehingga Jawa Timur dapat menjadi salah satu penggerak utama ekonomi syariah,” ujar Ibrahim.
Penguatan ekosistem ekonomi syariah menjadi salah satu fokus Festival Ekonomi Syariah Jawa 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 21-27 September. Agenda tersebut mencakup pengembangan rantai halal, wakaf untuk pendidikan, serta pembiayaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren.
Ibrahim mengatakan Jawa Timur diarahkan tidak hanya menjadi pasar produk dan layanan syariah, tetapi juga mengambil peran dalam pengembangan halal value chain serta penguatan ekonomi dan keuangan syariah nasional secara inklusif dan berkelanjutan.




