Aburizal Bakrie; Mengharap Kadernya menjadi MPR

Aburizal Bakrie; Mengharap Kadernya menjadi MPR, (Foto: Detik.Com)
Aburizal Bakrie; Mengharap Kadernya menjadi MPR, (Foto: Detik.Com)

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Tantangan globalisasi bangsa Indonesia memang sangat sentral dalam urusan perubahan nasib kemajuan Indonesia. Sebab, menurut Aburizal Bakrie (ARB) membutuhkan peran aktif politisi muda.

Di mata Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, memiliki sejumlah anak muda, dari berbagai daerah di Tanah Air yang mampu menghadapi tantangan tersebut. Pria yang juga akrab disapa Ical ini menyebut salah satu kader tersebut adalah Aziz Syamsuddin, anggota DPR RI. 

“Saya tahu betul Aziz, pada saat saya menjadi Ketua Umum Golkar. Di Komisi III, dia mampu menjalankan peran dan tugasnya dengan baik. Misalnya saat berhubungan dengan penegak hukum maupun masalah-masalah hukum lainnya, karena dasarnya ia adalah pengacara,” ungkap ARB dalam keterangannya, Jumat (27/9/2019).

Aziz juga pernah duduk di Badan Anggaran (Banggar). Ini juga memberikan pengalaman bagi Aziz bagaimana membuat pengelolaan anggaran negara dengan baik. Pengalaman itu yang akan menjadi evaluasi kader golkar dalam menjawab tantangan globalisasi Indonesia.

Baca juga  Film Terbaik, Aktor dan Aktris Terbaik Pemenang Golden Globes 2019

Menurut ARB, Aziz lebih dikenal sebagai kader yang berpengalaman dalam bidang hukum. Tentu dalam tantangan itu, sudah menyadangkan langkah baru untuk kemajuan.

“Dia seorang mantan pengacara yang kritis dan juga sangat banyak pengalamannya di DPR, terutama Komisi III dan Badan Anggaran,” kata ARB.

Setelah dinilai cukup makan asam garam di ruang sidang DPR, kini Aziz layak jika diproyeksikan untuk menduduki posisi yang penting. Bahkan beberapa pengamat politik seperti Syamsudin Haris menyebut Aziz layak untuk diusulkan menduduki posisi Ketua Umum MPR.

“Tugas-tugas di MPR nanti yang penting dibicarakan adalah masalah hukum dan lainnya. Misalnya ada satu wacana perubahan atau mengamandemen UUD 1945, pilihan lainnya adalah tetap seperti sekarang, atau kembali ke UUD 1945 yang lama,” kata ARB.

Baca juga  Sengketa Tanah di Maron Kidul Memanas, Tergugat Minta Proses Berjalan Objektif

ARB juga menjelaskan latar belakang dari Aziz, karena pengalaman-pengalaman yang sudah dialami oleh Aziz itu akan mendobrak atau menepis isu-isu yang akan dihadapi ketika besok Aziz betul-betul menjadi MPR.

“Menurut saya orang yang tak menguasai bagaimana UUD 1945 diberlakukan, bagaimana sejarah dan hukum-hukumnya, sulit untuk mengerti tentang amandemen tersebut. Saya setuju seumpamanya Aziz ini menjadi Ketua MPR. Hal ini untuk mengawal agar Indonesia lebih baik,” ungkap ARB.

Sekarang ini memang ada wacana agar Indonesia kembali ke UUD 1945 yang lama. “Saya pikir Ketua MPR yang akan datang harus bisa mengarahkan. Tentunya dengan menggali masukan dari masyarakat dan juga DPR,” jelas ARB. Aziz yang dikenal seorang yang ernerjik, tentunya menjadi salah satu kader yang pas untuk menghadapi dinamika politik di MPR saat ini. Selain itu juga di lingkungan Golkar sendiri, sangat baik mendorong kader-kader muda untuk maju dalam menyumbangkan gagasan dan pemikiran untuk kemajuan Negeri Indonesia. (Rifa’i/PR.ID).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *