Money  

Akulaku, Pinjol Legal yang Tetap Menyisakan PR bagi Penggunanya

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di tengah maraknya layanan pinjaman online, Akulaku menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan kredit cepat dan cicilan tanpa kartu kredit. Beroperasi di bawah PT Akulaku Finance Indonesia, perusahaan ini telah mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui keputusan KEP-436/NB.11/2018. Legalitas itu membuat Akulaku kerap disebut sebagai salah satu pinjol “aman” di pasar.

Namun, laporan dan keluhan pengguna menunjukkan bahwa legalitas tidak serta-merta menjamin pengalaman mulus. Sejumlah pengguna mengadukan persoalan yang sama: pengajuan pinjaman ditolak meski memiliki riwayat pembayaran baik, limit cicilan tiba-tiba dibatasi, hingga dana pencairan yang dipotong biaya admin cukup besar.

Di toko aplikasi, keluhan serupa muncul. Beberapa pengguna menyebut fitur cicilan mendadak tidak dapat digunakan, sementara yang lain mengeluhkan bug yang membuat proses pengajuan tertunda atau gagal. Transparansi biaya memang disebut cukup jelas, namun potongan administrasi yang dikenakan di awal membuat dana yang diterima tidak selalu sesuai nominal pengajuan.

Baca juga  Miras Merenggut Nyawa. Camat Krejengan Beri Himbauan

Akulaku juga menawarkan limit hingga belasan juta rupiah dengan tenor cicilan maksimal 12 bulan. Proses verifikasi dianggap cepat—kadang hanya dalam hitungan menit. Bagi sebagian pengguna, kemudahan itu justru menjadi pedang bermata dua: kebutuhan dana kilat terpenuhi, tetapi risiko menumpuknya utang juga meningkat.

Sebuah studi tentang pengalaman pengguna layanan fintech pada 2024 menempatkan Akulaku pada kategori “marginal-low”, menandakan bahwa pengalaman pengguna masih jauh dari ideal. Meski begitu, bagi mereka yang membutuhkan akses kredit cepat tanpa jaminan, Akulaku tetap menjadi pilihan populer.

Baca juga  Bupati Pasuruan Apresiasi Wajib Pajak Teladan di Gebyar Panutan 2025

Pengamat keuangan menilai, kunci penggunaan layanan seperti Akulaku terletak pada kedisiplinan pengguna. “Legalitas itu penting, tapi bukan berarti tanpa risiko. Pinjol legal tetap saja utang yang harus dikelola,” kata seorang analis fintech.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Akulaku masih menjadi wajah nyata kredit digital di Indonesia: mudah diakses, cepat cair, tapi penuh catatan yang perlu dipahami sebelum menekan tombol “ajukan pinjaman”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *