PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Gerakan Pemuda Ansor Kraksaan. Tosari, salah satu kader aktif dari Kecamatan Krucil, meninggal dunia pada Kamis, 4 Desember 2025, setelah insiden saat mandi di sebuah sungai di wilayah Situbondo. Kepergian itu mengejutkan banyak kader, baik di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun Pengurus Cabang (PC).
Sejak kabar wafatnya tersiar, berbagai ungkapan duka dan kesaksian tentang loyalitas serta dedikasi almarhum mengalir dari para sahabatnya. Tosari dikenal sebagai kader yang sigap, penuh inisiatif, dan tidak pernah menolak ketika organisasi membutuhkan tenaga maupun kehadirannya.
Pada Jumat malam, 5 Desember 2025, jajaran PC Ansor Kraksaan bersama para ketua PAC melaksanakan takziah ke rumah keluarga almarhum. Sekretaris PC Ansor Kraksaan, Rahman, menegaskan bahwa Tosari merupakan kader yang militansinya telah teruji.
“Kami kenal, Tosari merupakan kader Ansor yang militansinya tidak bisa diragukan. Ia sangat semangat dalam pengabdian di NU, khususnya di Ansor,” ujar Rahman.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua PAC Ansor Krucil, Moh Ulum, yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas berpulangnya Tosari. “Terima kasih atas silaturrahimnya. Sebagai pimpinan anak cabang, kami sangat kehilangan kader dengan totalitas luar biasa seperti almarhum,” ucap Ulum.
Usai bersilaturahmi, rangkaian takziah dilanjutkan dengan pembacaan tahlil di rumah duka. Pembacaan tahlil tersebut dipimpin oleh Ketua PAC Ansor Besuk, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus doa bersama untuk almarhum.
Dalam takziah itu hadir pula ketua PAC Ansor dari Gading, Gending, dan Banyuanyar. Kehadiran mereka mencerminkan luasnya jejaring persahabatan Tosari dan betapa besar pengaruh pengabdiannya bagi organisasi.
Bagi para kader Ansor, Tosari bukan hanya seorang sahabat dan penggerak lapangan, tetapi teladan tentang arti pengabdian yang ikhlas. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam serta jejak semangat yang akan dikenang lama.




