PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo pada Sabtu, 21 Februari 2026. Curah hujan yang tinggi sejak akhir 2025 hingga Februari tahun ini disebut menjadi pemicu utama meningkatnya intensitas banjir di sejumlah titik.
Sedikitnya lima kecamatan terdampak banjir, yakni Kraksaan, Paiton, Krejengan, Besuk, dan Pajarakan. Air meluap ke permukiman warga setelah hujan dengan intensitas signifikan mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga sore hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, saat dikonfirmasi pada Minggu, 22 Februari 2026, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan dan evaluasi di lapangan.
“Kami akan melakukan pemetaan dan mengkaji apakah perlu ada perubahan arus sungai agar alirannya lebih lancar menuju laut,” ujarnya.
Menurut Oemar, banjir tidak semata-mata disebabkan oleh tingginya curah hujan. Kontribusi air dari area persawahan turut memperbesar debit aliran yang masuk ke sungai dan saluran drainase. Di sisi lain, banyak drainase yang tersumbat bahkan mengalami kerusakan, sehingga memperparah genangan.
Di Kecamatan Kraksaan, jumlah warga terdampak tercatat paling banyak. Data sementara BPBD mencatat sedikitnya 810 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. “Belum masuk semua datanya, tapi kalau di Kraksaan mencapai 810 KK yang terdampak banjir,” kata Oemar.
BPBD bersama aparat kecamatan dan relawan masih melakukan pendataan lanjutan di wilayah terdampak lainnya. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.




