PILIHANRAKYAT.ID, Pasuruan-Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Pasuruan sejak Ahad sore, 15 Februari 2026, menyebabkan banjir di sedikitnya tiga kecamatan. Ketinggian air dilaporkan bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter dan masih menggenangi permukiman warga hingga Senin siang, 16 Februari 2026.
Tiga kecamatan yang terdampak yakni Beji, Bangil, dan Rejoso. Di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, air merendam rumah warga serta ruas jalan lingkungan. Sejumlah warga terlihat mengevakuasi perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menyatakan banjir dipicu intensitas hujan tinggi di wilayah hulu yang mengakibatkan debit sungai meningkat. Selain faktor cuaca, kapasitas drainase di sejumlah titik dinilai belum mampu menampung limpasan air secara optimal.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi warga lanjut usia dan anak-anak. Hingga laporan ini disusun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Namun, aktivitas warga di beberapa titik terdampak masih terganggu akibat genangan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir dan genangan, terutama di kawasan dataran rendah.
BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta segera melapor kepada perangkat desa atau petugas apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Pasuruan dan laporan BMKG Juanda, sebagian genangan mulai berangsur surut pada Senin sore. Petugas masih melakukan pendataan dampak banjir serta memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.




