250 Juta Harga Jabatan di Kudus

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menangkap Bupati Kudus, Muhammad Tamzil terkait kasus “jual-beli Jabatan” terus menelusuri dan memeriksa sekda dan sejumlah pejabat di Kudus. Sam’ani Intakoris selaku Sekda Kudus diperiksa oleh KPK beserta sejumlah Apatur Sipil Negara.

“Ada beberapa staf, termasuk pak sekda  (diperiksa KPK). Cuma saya tidak menghitung karena terkait admistrasi,” kata plt Bupati Kudus, M Hartopo.

“KPK menyesalkan terjadinya suap yang melibatkan kepala daerah terkait dengan jual beli jabatan,” kata wakil ketua KPK Basaria Pandjaitan saat mengumumkan penetapan tersangka mantan Bupati Kudus (27/Juli/2019).

Setelah KPK menangkap kembali kepala daerah, KPK memperingati kepada masyarakat agar tepat dalam memilih kepala daerah.

Baca juga  Waww!! Di Gending Akan Ada Yayasan Maslahatul Ummah

“Dengan terjadinya peristiwa ini, KPK kemabali mengingatkan agar pilkada Tahun 2020 mendatang, partai politik tidak lagi mengusung calon kepala daerah dengan rekam jejak yang buruk. Kasus ini juga sekaligus menjadi pelajaran bagi parpol dan masyarkat bahwa penting untuk menelusuri rekam jejak calon kepala daerah. Jangan pernah lagi memberikan kesempatan kepada koruptor untuk dipilih,” imbuh Basaria.

Penangkapan Tamzil selaku kepala daerah yang jual-beli jabatan merupakan kali kelima yang ditangi oleh KPK. Sebelumnya KPK menankap Sri Hartini bupati Klaten, Taufiqurrahman bupati Nganjuk, Nyono Suharli bupati Jombang, dan Sanjaya Purwadisastra bupati Cirebon.

Baca juga  Lomba Kritik Sastra di Bulan Bahasa
Baca juga  Eksistensi Santri Dalam Menjaga Islam Yang Rahmatan Lil Alamin.

Tamzil sendiri diduga menerima suap Rp 250 juta dari Akhmad Sofyan yang ingin mendapatkan jabatan. Jual-beli jabatan tersebut melibatkan staf khusus Bupati, Agus Soeranto. Ketiga orang itu pun diamankan oleh KPK dan menjadi  tersangka.

Kasus jual-beli jabatan seakan-akan telah menjadi kebutuhan bagi yang ingin menumpuk lebih banyak harta kekayaan, telah  cukup banyak KPK menangkap beberapa elit Politik negeri ini, mulai dari ketua parpol  hingga kepala derah tapi sepertinya para elit politik belum jera menjual-beli jabatan. (PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...