Kajur SKI Gelar Kuliah Umum; Wayang Sebagai Sumber Sejarah

Kajur SKI Gelar Kuliah Umum; Wayang Sebagai Sumber Sejarah, (Foto:pilihanrakyat.id)
Kajur SKI Gelar Kuliah Umum; Wayang Sebagai Sumber Sejarah, (Foto:pilihanrakyat.id)

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Kuliah Umum (03/10/2019) bagi mahasiswa baru tahun Angkatan 2018 & 2019, acara kuliah umum yang dilaksanakan oleh Ketua Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga merupakan program tahunan. Hal ini menjadi penting bagi mahasiswa karena kuliah umum ini merupakan penunjang wawasan bagi mahasiswa Sejarah dalam penelitian selanjutnya.

Syamsul Arifin, mengatakan bahwa acara ini sangat bagus bagi mahasiswa baru untuk memperdalam wawasan sejarah maupun wawasan kebudayaannya. “Sangat bagus untuk diperkenalkan kepada Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam. Agar mereka banyak pilihan media untuk menyampaikan sejarah, terutma sejarah Islam”. Kata Syamsul Arifin, saat ditemui wartawan Pilihanrakyat di depan Convention Hall (CH Lt.1).

“Mahasiswa tidak hanya memahami sejarah wayang. Akan tetapi, ada macam-macam dan perkembangannya, namun juga bisa memahami bahwa wayang juga dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan pesan-pesan moral, kebaikan, dan lain-lain. terutama tentang ajaran-ajaran agama, termasuk juga sejarah, khususnya sejarah Islam selaku Mahasiswa yang dibawah naungan kampus UIN Sunan Kalijaga”. Ujarnya

Baca juga  Perpindahan Ibu Kota, Ini Konsep Yang Sudah di Persiapkan Oleh Presiden Jokowi

Kuliah Umum yang mengambil tema “Wayang dan Sejarah Islam Indonesia” menjadi penting untuk di sajikan bagi mahasiswa baru. Apalagi sebagai Mahasiswa Sejarah harus paham sejarah dan fungsi Wayang sebagai media dan lain sebagainya. Banyak hal yang bisa dijadikan pembelajaran bagi calon-calon sejarawan untuk dimasa yang akan datang, dengan berbagai tantangan di era-melinial. Ungkap Dr. KH. Akhmad Patah (Selaku Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya) dalam sambutanya.

Lutfiyanto, S.S., M.M. selaku pemateri “Banyak yang kita bisa dikaji dalam persoalan perwayangan, apalagi ditinjau dari perspektif Sejarah mulai dari Khulafa Ar-Raysidun sampai Sunan Kalijaga”, imbuhnya.

Baca juga  9 Tokoh Eksternal Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP

Adapun perkembangan wayang dari zaman ke zaman di Indonesia diantaranya: Kerajaan Kerajan Sebelum Mataram 1, Kerajaan Mataram II (1586-1678) sampai Indonesia Sebagai Negara Republik.

“Penyajian kuliah umum ini sangat bagus apalagi saya sebagai seorang yang baru menginjak di kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Banyak hal yang menjadi sumber bagi saya yang selaku anak sejarah untuk lebih mendalami persoalan Wayang sebagai sumber Sejarah”. Kata Didin selaku Peserta

Penyajian Wayang dan Sejarah Islam Indonesia ini menjadi sebuah feshion bagi Perkembangan Indonesia apalagi sebagai Mahasiswa yang hidup di Jawa. Seharusnya bisa mengenal kebudayaan jawa dan melestarikan yang telah diwariskan oleh para leluhur kita.

Inti acara ini hanya memfokuskan terhadap mahasiswa baru yang masih minim wawasan terkait masalah sejarah kebudyaan islam. Maka dari itu, acara ini sangat berpengaruh bagi pola fikir mahasiswa. Agar mahasiswa mudah dalam menerjemahkan Sejarah Islam di Indonesia.

(Ely/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *