PILIHANRAKYAT. ID, Jakarta-Jelang pelaksanaan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dijadwalkan akhir tahun ini, sejumlah nama dari luar struktur partai mulai mencuat sebagai calon Ketua Umum (Ketum) baru. Setidaknya sembilan tokoh eksternal disebut dalam diskusi internal partai dan pengamat politik sebagai sosok yang dinilai mampu membawa angin segar ke tubuh partai berlambang Ka’bah tersebut.
Masuknya tokoh-tokoh eksternal ini dinilai sebagai strategi PPP untuk menjawab tantangan elektabilitas, menjangkau pemilih muda, serta memperkuat identitas partai sebagai representasi Islam moderat dan terbuka.
Menurut sumber internal PPP yang enggan disebutkan namanya, sejumlah wilayah DPW dan DPC telah mewacanakan opsi untuk membuka ruang bagi figur eksternal dalam pencalonan Ketum. “PPP membutuhkan penyegaran dan sosok yang bisa menjadi jembatan antara tradisi dan pembaruan. Banyak tokoh nasional dari luar partai yang dinilai layak memimpin,” ujarnya
Berikut sembilan tokoh eksternal yang disebut-sebut masuk dalam bursa calon Ketum PPP:
1. KH Yahya Cholil Staquf – Ketua Umum PBNU. Dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai kalangan politik dan tokoh lintas agama.
2. KH Said Aqil Siroj – Mantan Ketua Umum PBNU, tokoh Islam yang vokal soal toleransi dan keindonesiaan. Pernah disebut dalam survei calon pemimpin Islam moderat.
3. Prof. Din Syamsuddin – Tokoh Muhammadiyah dan eks Ketua MUI. Beberapa pengamat menilai beliau mampu memperluas basis PPP ke kalangan Islam modernis.
4. TGB Muhammad Zainul Majdi – Mantan Gubernur NTB. Namanya disebut dalam polling internal PPP NTB sebagai figur potensial.
5. Prof. Mahfud MD – Mantan Menko Polhukam. Meskipun belum menyatakan minat masuk partai, beberapa elite PPP secara terbuka menyebut namanya dalam forum-forum informal.
6. KH Ma’ruf Amin – Wakil Presiden RI. Meski tidak lagi aktif di partai pasca-2024, beberapa kelompok ulama PPP mendorongnya untuk berperan sebagai figur pemersatu.
7. Anies Baswedan – Mantan Gubernur DKI Jakarta. Diketahui menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai Islam pasca-Pilpres 2024.
8. Yenny Wahid – Direktur Wahid Foundation. Namanya kembali disebut setelah tampil aktif dalam forum Islam progresif.
9. Irjen (Purn) Syafruddin – Mantan Wakapolri dan eks Menteri PAN-RB. Pernah menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina MUI, dianggap mampu membawa PPP lebih inklusif.
Direktur Eksekutif Indodata Research, Haryadi Alwi, mengatakan bahwa langkah PPP membuka ruang bagi tokoh eksternal adalah cerminan dari krisis kaderisasi, namun juga peluang konsolidasi nasional. “PPP bisa bangkit jika memilih figur yang tidak hanya punya ketokohan agama, tapi juga kepemimpinan politik modern,” ujarnya kepada media
PPP terakhir kali mencatat hasil kurang memuaskan dalam Pemilu 2024 dengan perolehan suara di ambang batas parlemen. Karena itu, arah kepemimpinan baru menjadi krusial untuk menentukan masa depan partai.




