PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna Hamonangan Laoly mengungkap kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas)/rumah tahanan (rutan) di Indonesia mutakhir, yang diisi lebih dari 50% narapidana kasus penyalahgunaan narkoba, dan hal ini menjadikan lapas/rutan di Indonesia menjadi over capacity.
“Setiap saat (lapas/rutan) dapat bergejolak sewaktu-waktu. Terlebih narapidana kasus narkoba tidak bisa mendapatkan remisi (Peraturan Pemerintah (PP) No.99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP No.32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksana Hak Warga Binaan Pemasyarakatan),” tutur Yasonna.
Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan kehormatan Anggota Parlemen Kerajaan Inggris, Lord Jeremy Purvis, dan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. Pada kesempatan tersebut, Menkumham RI, dan Delegasi Inggris berdiskusi terkait reformasi kebijakan penyalahgunaan narkoba di Ruang Rapat Menkumham RI, Jakarta, Senin (01/10/2018).
“Yang lebih aneh lagi dari data narapidana yang ada di lapas/rutan, jumlah pengedar narkoba lebih banyak dibandingkan dengan pengguna narkoba. Ini sangat aneh, bagaimana bisa pengedar lebih banyak dibandingkan dengan pengguna,” kata Yasonna.
Mendengar hal tersebut, Lord Jeremy menceritakan pengalaman Inggris melakukan strategi baru terhadap narkoba, khususnya di Skotlandia. “Yang utama kami melakukan perubahan mindset/paradigma, dari hukuman pidana menjadi pelayanan kesehatan (rehabilitasi),” ucap Lord Jeremy.
Lord Jeremy juga membuka peluang pemerintah Indonesia yang terlibat dalam penanganan dan pembuat peraturan terkait narkoba untuk melakukan studi banding ke Skotlandia.
“Kami menyambut dengan tangan terbuka jika Menkumham berkenan ke Skotlandia untuk melihat langsung terkait penanganan narkoba,” jelas Lord Jeremy.
Sementara itu, Dubes Inggris Moazzam Malik juga berencana untuk menyampaikan pengalaman Skotlandia dalam menangani narkoba ke pihak terkait di Indonesia. “nanti kami juga akan membicarakan hal ini ke Komisi III DPR RI, Kepolisian, dan Kejaksaan juga,” tambah Moazzam.
Menkumham mengucapkan terima kasih atas masukan dan ajakan dari Pihak Inggris, dan berharap, ke depan, dapat bertukar informasi terkait penanganan narkoba. Menkumham berencana akan mengundang para stakeholder, seperti Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional, dan Kementerian Kesehatan.
“Jujur saja, masalah narkoba ini membuat sakit kepala saya,” tutup Yasonna seperti dikutip dari laman Kemenkhumham.
Pewarta: Mursyidul Umam
Editor: Didik Hariyanto





