Daerah  

Menu MBG di Jawa Timur Dikeluhkan: Dari Keracunan hingga Makanan Tak Layak Konsumsi

PILIHANRAKYAT.ID, Jatim-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat kembali menuai sorotan. Sejumlah kasus di Jawa Timur memperlihatkan bagaimana distribusi makanan untuk siswa justru berujung pada keluhan, bahkan dugaan keracunan massal.

Di Situbondo, ratusan siswa SMAN 1 Panji mengalami diare setelah menyantap makanan MBG. Data sekolah mencatat sekitar 230 siswa tumbang usai makan siang yang disajikan dari paket program tersebut. Pihak sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian itu.

Kasus serupa muncul di Kota Mojokerto. Sejumlah siswa SDN Meri memilih tidak menyentuh makanan yang disajikan. Alasannya, lauk berupa tempe dan mie terlihat lembek dan berbau. Kepala sekolah menyebut makanan dikirim pukul tujuh pagi, namun baru dibagikan sekitar tiga jam kemudian. Kondisi ini diduga kuat memengaruhi kualitas makanan.

Baca juga  Israel dan Amerika Memanas

Lebih jauh, laporan mengenai makanan MBG yang ditemukan berbelatung di salah satu sekolah di Tuban semakin menambah daftar panjang persoalan program tersebut. Orang tua siswa mendesak agar pemerintah lebih serius mengawasi dapur penyedia, dari aspek sanitasi hingga distribusi.

Hasil uji laboratorium dari sejumlah kasus sebelumnya juga menguatkan dugaan lemahnya higienitas dalam pengolahan makanan MBG. Disalah satu kasus keracunan di Sragen, penyebabnya mengarah pada sanitasi buruk di tempat produksi.

Baca juga  PBNU Dorong Pembentukan Dana Abadi Internasional untuk Rekonstruksi Gaza

Gelombang protes masyarakat tak bisa dilepaskan dari minimnya pengawasan. Kritik datang karena banyak sekolah hanya menjadi penerima tanpa ruang untuk mengendalikan kualitas makanan.

Meski menuai kritik, pemerintah pusat tetap menyebut program MBG sebagai bagian dari upaya perbaikan gizi anak sekolah. Namun, rentetan kasus di Jawa Timur menjadi alarm bahwa program ini belum sepenuhnya siap dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *