News  

Pemkab Jember Siapkan Lahan 9 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Dukung Akses Pendidikan Inklusif

PILIHANRAKYAT. ID, Jember-Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan dengan menyiapkan lahan seluas 9 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa Pemkab Jember berperan dalam penyediaan lahan, sementara pembangunan fisik sekolah akan difasilitasi oleh pemerintah pusat.

“Pemkab hanya menyediakan lahan. Ada sembilan hektare yang kami siapkan. Bangunannya semuanya dari Pak Prabowo (Presiden Prabowo Subianto) dan dari Gus Ipul (Menteri Sosial Saifullah Yusuf),” kata Bupati Fawait saat sosialisasi Sekolah Rakyat di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember, Sabtu (31/5/2025).

Baca juga  Kekeringan Melanda Magetan, 8.725 Warga Terdampak

Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai lembaga pendidikan alternatif yang menggabungkan pendidikan akademik dengan pelatihan keterampilan dan pembentukan karakter. Fasilitas yang direncanakan mencakup ruang belajar, asrama, ruang keterampilan, area pertanian edukatif, serta fasilitas olahraga dan seni budaya.

Bupati Fawait juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Presiden Prabowo dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang dinilainya sebagai bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan solusi jangka panjang dalam bidang pendidikan.

Baca juga  Satgas 115: 134 Kasus Illegal Fishing Hingga November 2018 Berhasil Ditangani

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat Jember, terutama mereka yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal. Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dalam memperoleh hak dasarnya untuk belajar dan berkembang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Agus Harianto, menambahkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan sekolah yang berorientasi pada kebutuhan dan potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *