Probolinggo Berdarah; Tusukan Cinta yang Mengundang Maut

Probolinggo Berdarah; Tusukan Cinta yang Mengundang Maut, (Foto: Istimewa)
Probolinggo Berdarah; Tusukan Cinta yang Mengundang Maut, (Foto: Istimewa)

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Cinta selalu bergerak di luar logika, ia bisa saja menggerakkan emosi negatif yang membuat subjek akan melakukan tindakan secara tidak wajar.

Barangkali begitulah perspektif yang pas untuk menggambarkan keangkuhan seorang wanita sebut saja ES (34) saat menganiaya suaminya IH (44) dengan tabung gas dan pisau tajam.

Diketahui, pria asal Pasuruan yang hidupnya berakhir tragis itu mati ketika ia berani membongkar perselingkuhan istrinya yaitu ES.

IH dipukul tabung gas lalu dibacok istrinya, ES (34) di rumah kontrakan mereka di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (22/1/2020).

Baca juga  Mustahil! Isu Kode Sandiaga Uno di Pilpres Merusak Hubungan Dengan Prabowo

Diketahui mereka sering cekcok setelah IH memergoki ES sedang selingkuh dengan pria lain.

Dari keterangan pelaku, mereka sering cekcok setelah IH kepergok selingkuh dengan pria lain.

“Mereka kerap berantem sejak tinggal di Pondok Kelor hingga pindah kontrakan ke Triwungan,” kata Kepala Desa Triwungan Jamaluddin Joni.

Sebelumnya, IH pernah mengancam ES untuk dibunuh jika melakukan perselingkuhan.

Akan tetapi skenario berbalik, barangkali ES sudah tau posisinya tidak aman, ia langsung melakukan tindakan untuk menyelamatkan posisinya sendiri.

Baca juga  ClipClaps Aplikasi Penghasil Uang yang Banyak Dikeluhkan Pengguna

Lantas ES melakukan aksinya saat IH sedang tidur. Ia memukul IH dengan tabung gas dan mendaratkan golok di leher suaminya hingga luka serius.

Hingga saat itu juga, maut datang dengan wajah sendu menjemput IH dan mengakhiri kisah cintanya yang pahit.

Tapi kekejian akan selalu berakhir buntung. ES ditangkap polisi dan dibawa ke Polsek Kotaanyar untuk dimintai kesaksian dan mendekam dijeruji besi yang penuh penyesalan.

“IH dianiaya saat tidur. Dipukul pakai tabung gas dan disabet pakai golok,” ujar Joni.

Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono menuturkan, pemicu penganiayaan diduga kuat karena isu perselingkuhan saat keduanya masih tinggal di Desa Pondok Kelor.

(Anwar/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *