PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Yogyakarta merupakan kota yag dikenal dengan sebutan “kota pendidikan” karena di kota gudeg tersebut berdiri gedung-gedung perguruan tinggi ternama dan melahirkan anak muda yang kapasitasnya mumpuni dalam segala hal.
Begitu banyak orang penting di negeri ini yang lulusan kampus Yogayakarta. Dari penulis, musisi, seniman bahkan pemerintahan sekarang dinahkodai oleh alumni disalah satu kampus di Yogyakarta.
Didalam perguruan tinggi tersebut, begitu banyak organisasi sebagai wadah untuk mengasah kemampuan yang dimiliki oleh individu, sehingga tak heran jika begitu banyak mahasiswa yang vocal baik dalam akademik maupun dibidang lainnya untuk menyuarakan aspirasinya.
Mereka mampu menjadi delegasi dari kampusnya bahkan negara sekalipun sebagai penyambung lidah dalam segala agenda, sehingga bangsa ini tidak terlalu sulit untuk mencari sosok pemimpin masa depan.
Dalam organisasi mahasiswa begitu banyak macam dan cakupan skopnya ada skala regional Yogyakarta ada juga Nasional. Terkhusus untuk organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Yogyakarta yang biasa disebut Forum BEM D.I.Y (FBD).
FBD merupakan wadah tertinggi tingkat BEM Se-Yogyakarta dimana hampir semua BEM dari perguruan tinggi kampus yang ada di Yogyakarta tergabung didalamnya, hingga FBD menjadi forum silaturahmi akal sehat yang gaungnya sangat diperhatikan sebagai mitra kritis pemerintah daerah maupun pusat.
Akan tetapi akhir-akhir ini organisasi tersebut (FBD) mulai kehilangan taringnya, dimana eksistensinya (kegiatan) sebagai wadah tertinggi mulai surut dan itu sangat disayangkan.
Ditambah dengan pemimpin (Kordum) yang dianggap kurang memiliki kredibilitas dan kepedulian dalam menahkodai FBD, membuat FBD sendiri nyaris tenggelam kedalam romantisme sejarah saja.
Selain itu pada rapat pimpinan yang dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2020, bertempat dikebun laras, Umbulharjo Yogyakrta, Koordinator forum BEM D.I. Yogyakarta tidak hadir.
Bahkan sikap tak etis tersebut bukan hanya dilakukan sekali atau dua kali melainkan berulang kali, dan lagi-lagi tanpa alasan yang jelas.
Mengingat FBD merupakan organisasi tertinggi BEM D.I.Yogyakarta maka kami Pimpinan BEM Se- Yogyakarta mengingatkan kepada saudara Asfar untuk memperbaiki sikap dan gaya kepemimpinannya dalam memimpin FBD atau jika tidak mampu dipersilahkan mundur sebagai Koordinator Forum BEM D.I.Yogyakarta.
(Nolhe/PR.ID)




