Rachmawati Soekarnoputri Sebut Tahun Ini Tahun Berbahaya untuk Hidup

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Rachmawati Soekarnoputri menyebut tahun ini sebagai the year of living dangerously (tahun berbahaya untuk hidup).

“Tahun ini adalah the year of living dangerously,” kata Rachmawaty saat berbicara di depan para elit dan relawan pendukung Prabowo dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Alasan mengapa tahun disebut berbahaya untuk hidup, Rachmawati rupanya merujuk tulisan dalam buku Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia. Menurut Rachmawaty, Prabowo menulis bahwa kondisi Indonesia makin tidak sesuai yang diharapkan.

Baca juga  Glenn Fredly Sebentar Lagi Jadi Bapak, Berikut Postingan Sang Istri

Puteri Presiden Sukarno ini mengatakan utang Indonesia kian bertambah. Kemiskinan pun tidak berkurang. “Tahun depan adalah tahun penentuan, a year of decission. A year of triumph, tahun kemenangan,” kata Rachmawati.

Adik dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini, mengatakan, para relawan akan menjadi ujung tombak pemenangan Prabowo dan Sandiaga. Dia meminta para relawan berjuang dengan disiplin dan militan untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02.

Baca juga  Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

Tidak hanya itu, Rachmawati juga melaporkan kepada Prabowo, bahwa akan menggelar acara relawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas sekitar 70 ribu orang.

Menurut data yang ada, The Year of Living Dangerously yang sebutkan oleh Rachmawati merupakan judul film besutan sutradara Peter Weir yang rilis pada 1983.

Film itu mengisahkan petualangan seorang wartawan Australia yang ditugasi meliput kondisi Indonesia, Jakarta khususnya, pada tahun 1965, sebelum dan sesudah peristiwa 30 September.

Editor: Didik Hariyanto
Sumber: Tempo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *