Daerah  

Longsor Arjasari Diduga Dipicu Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Palawija

PILIHANRAKYA.ID, Bandung-Longsor yang melanda Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jumat malam, 5 Desember 2025, kembali menegaskan rapuhnya kawasan perbukitan di selatan Bandung. Bencana yang menimbun sejumlah rumah dan memaksa lebih dari seratus keluarga mengungsi itu diduga kuat dipicu alih fungsi kawasan hutan menjadi kebun palawija.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan hasil asesmen lapangan menunjukkan lereng yang longsor sebelumnya merupakan area berhutan lebat. Vegetasi penahan tanah kini hilang dan digantikan tanaman semusim yang akarnya tidak mampu mengikat tanah pada kemiringan curam. “Ini bukan sekadar soal hujan deras. Hutan berubah jadi kebun palawija. Tanahnya jadi labil,” ujar Herman saat meninjau lokasi.

Menurut catatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, longsor terjadi dari tebing setinggi sekitar 80 meter di kaki Gunung Sinapeul. Material tanah meluncur ke permukiman warga dan menimbun beberapa rumah. Tim SAR gabungan telah menemukan sejumlah korban, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Pencarian sempat terhambat kondisi tanah yang masih bergerak dan cuaca yang tidak menentu.

Baca juga  Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional Tangani Bencana di Sumatra

Lebih dari 100 kepala keluarga dievakuasi ke tempat aman. Bantuan logistik, makanan siap saji, hingga kebutuhan darurat dikirimkan oleh BPBD Jawa Barat. Pemerintah daerah juga menurunkan alat berat, namun pengoperasiannya dilakukan hati-hati karena struktur tanah belum stabil.

Arjasari dikenal sebagai kawasan perbukitan dengan kontur curam dan tanah mudah bergerak. Pemerhati lingkungan menilai perubahan tutupan lahan di wilayah ini meningkat dalam satu dekade terakhir, seiring meluasnya kebun palawija dan area pertanian lahan kering. “Setiap kali ada musim hujan ekstrem, risiko longsor meningkat drastis,” kata seorang ahli geologi yang ikut melakukan kajian cepat.

Baca juga  DPW PKB Kalbar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Partai

Herman menyatakan pemerintah kini memetakan ulang zona bahaya, termasuk kemungkinan relokasi warga yang rumahnya berada tepat di bawah tebing. “Fokus utama tetap penyelamatan. Tapi setelah kondisi terkendali, kami akan evaluasi tata ruang kawasan ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *