Daerah  

Ketua BEM STIH ZAHA Desak Usut Tuntas Pembunuhan Mahasiswi UMM

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH ZAHA, Jefri Ali Mahmudi, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Desakan itu disampaikan saat BEM STIH ZAHA bersama Aliansi BEM Probolinggo Raya dan BEM UMM mendatangi rumah duka korban untuk bertakziah sekaligus menyampaikan pernyataan sikap.

Kehadiran mahasiswa lintas kampus tersebut disebut sebagai bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan kepada keluarga korban. Mereka menilai peristiwa pembunuhan ini bukan sekadar tragedi personal, melainkan persoalan serius yang menyentuh rasa keadilan publik.

“Kasus ini harus dipandang sebagai ujian penegakan hukum. Negara tidak boleh abai dan hukum tidak boleh tumpul ke atas,” kata Jefri Ali Mahmudi, Selasa.

Baca juga  DPRD dan Bupati Pasuruan Sepakati KUA-PPAS 2026, Anggaran Rp 3,4 Triliun Fokus Pendidikan dan Infrastruktur

Menurut Jefri, mahasiswa hadir tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga untuk menegaskan keberpihakan moral kepada korban. Ia menekankan bahwa proses hukum harus berjalan secara transparan, objektif, dan berkeadilan tanpa perlakuan istimewa terhadap pihak mana pun.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk bersuara ketika keadilan berpotensi terancam. Karena itu, pihaknya menolak segala bentuk impunitas dalam penanganan perkara tersebut.

“Ketika keadilan terancam, mahasiswa tidak boleh diam. Kami akan terus mengawal proses hukum hingga pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Baca juga  Ketua BEM STIH ZAHA Kraksaan: Teror terhadap Aktivis Cederai Demokrasi

Aliansi BEM Probolinggo Raya dan BEM UMM turut mendesak aparat penegak hukum agar menangani kasus ini secara profesional, terbuka, dan akuntabel demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Kunjungan ke rumah duka diakhiri dengan doa bersama untuk almarhumah serta penyampaian dukungan moral kepada keluarga korban. Mahasiswa menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial dan penjaga nurani keadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *