Opini  

Gus Kikin untuk Ketum PBNU? KH Mustofa Qutbi Badri Ungkap Isyarah Langit

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Terjadinya gonjang-ganjing di tubuh PBNU beberapa waktu lalu yang berujung dengan terjadinya islah di antara kedua belah pihak yang berkonflik serta diputuskan segera dilaksanakannya muktamar, merupakan sebuah dinamika dalam organisasi dan insyaallah semua ada hikmahnya. Paling tidak, kita perlu berikhtiar semaksimal mungkin untuk mencari sosok pemimpin PBNU ke depan.

Tidak hanya ikhtiar lahiriyah, tetapi juga perlu ikhtiar batiniyah, di antaranya dengan memohon petunjuk kepada Allah melalui istikharah atau mencari isyarah langit. Sehubungan dengan hal tersebut, al-faqir mencoba berikhtiar, baik ikhtiar batin maupun ikhtiar lahir, dengan musyawarah, merenung, mengambil ibrah, serta menganalisis secara jernih tanpa tendensi.

Al-faqir teringat cerita Gus Ulil Abshar melalui unggahan media sosialnya mengenai pertemuan Gus Mus selaku Mustasyar PBNU dengan Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin saat sowan ke rumah Gus Mus di Leteh, Rembang. Ketika itu, Gus Kikin menyampaikan kegelisahan mengenai fenomena yang terjadi dalam tubuh PBNU.

Gus Mus menanggapi dengan tenang. “Sampeyan kan sudah lama di NU. Masak ndak tahu? Di NU ribut-ribut itu biasa. Namanya orang banyak, kepentingannya juga banyak.” Selanjutnya beliau menenangkan dengan ungkapan, “Sampeyan ndak usah cemas. Santai saja. NU itu milik Gusti Allah. Sudah ada yang ngurus.”

Baca juga  ORADO Resmi di Indonesia, Domino Naik Kelas Jadi Cabor KONI

Sehubungan dengan hal tersebut, al-faqir merasa perlu melakukan ikhtiar langit, memohon petunjuk kepada Allah melalui istikharah. Banyak hadis tentang istikharah. Dalam kitab Fathul Bari, Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa istikharah adalah meminta pilihan terbaik kepada Allah dari beberapa perkara yang dihadapi seseorang.

Istikharah perlu dilakukan agar pilihan mendatangkan kebaikan dan tidak ada penyesalan. Sebagaimana ungkapan masyhur: Ma khaba man istakhar, wa la nadima man istasyar — tidak rugi orang yang istikharah dan tidak menyesal orang yang suka bermusyawarah.

Dalam salah satu istikharah, al-faqir mendapat isyarah melalui hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA: “Sesungguhnya iman akan kembali atau berkumpul ke Madinah sebagaimana ular kembali ke sarangnya.”

Berdasarkan hadis tersebut dan berbagai musyawarah dengan beberapa kiai, al-faqir menyimpulkan bahwa hadis itu memberi petunjuk agar NU, setelah mengalami gonjang-ganjing, perlu dikembalikan kepada dzurriyah muassis, yaitu keturunan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Baca juga  Kenapa udah healing sana sini tapi nggak sembuh-sembuh?

Dalam hal ini, sosok yang dimaksud adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, yang saat ini menjabat Ketua PWNU Jawa Timur sekaligus Pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng. Beliau merupakan cicit pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari.

Dalam istikharah berikutnya, al-faqir juga teringat nasihat Sayyidil Walid KH Badri Mashduqi bahwa kekuatan NU terletak pada jasa para pendahulu dan tanggung jawab para penerus dalam menjaga warisan perjuangan.

Akhirnya, al-faqir semakin mantap menetapkan pilihan bahwa untuk Ketum PBNU ke depan, Gus Kikin insyaallah adalah pilihan yang tepat. Beliau pribadi yang santun, cakap, tidak ambisius, dan tidak terkontaminasi kepentingan.

Semoga Allah menuntun kita di jalan yang diridhai-Nya. Berkahi dan jayalah NU. Aamiin.

*KH Mustofa Qutbi Badri, Mudir (Idaroh Wustho) Jatman Jatim Masa Khidmat 2023–2028

Kraksaan, Jumat 24 April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *