Daerah  

Menapak Jejak Kyai Ronggo, Pemkab Probolinggo Refleksikan Arah Pembangunan Kraksaan

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar ziarah ke makam tokoh pendiri Kota Kraksaan, Kyai Ronggo atau KH Abdul Wahab, yang berada di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Senin pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kraksaan sebagai Ibu Kota Kabupaten Probolinggo ke-16 Tahun 2026.

Ziarah tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Doa bersama dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Kyai Ronggo dalam merintis berdirinya Kota Kraksaan.

Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ mengatakan, ziarah ini merupakan momentum refleksi sejarah untuk meneladani nilai perjuangan para pendiri daerah. Menurutnya, Kyai Ronggo membangun fondasi Kraksaan di tengah keterbatasan, namun dengan visi besar untuk kemajuan wilayah.

Baca juga  Gus Irfan Yusuf, Nama yang Kian Menguat di Panggung Haji

“Generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan itu dengan memahami pembangunan secara menyeluruh, tidak semata-mata pembangunan fisik,” ujar Fahmi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada penguatan sumber daya manusia, seiring dengan pembangunan infrastruktur. Fahmi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan Kota Kraksaan sebagai ibu kota kabupaten.

Baca juga  SIBER Bagi-bagi Takjil Di Kab. Probolinggo

Menurut Fahmi, Forkopimda Kabupaten Probolinggo berkomitmen memperkuat sinergi antarlembaga guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Usai ziarah dan doa bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran di Pendopo Kecamatan Kraksaan. Acara tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus penguatan kebersamaan antarpemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap peringatan Hari Jadi ke-16 Kota Kraksaan dapat menjadi pengingat bahwa nilai sejarah dan keteladanan para pendiri daerah harus terus dijadikan pijakan dalam setiap arah kebijakan dan pembangunan daerah ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *