PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Motor bebek belum sepenuhnya kehilangan pasar. Di tengah dominasi skuter matik, Honda Revo 2026 tetap dipertahankan sebagai pilihan kendaraan harian yang ekonomis. Berdasarkan informasi dari laman resmi Astra Honda Motor (AHM), model ini masih mengusung konsep sederhana, ringan, dan hemat bahan bakar.
Secara desain, Revo 2026 tidak mengalami perubahan radikal. Penyegaran lebih banyak hadir pada grafis dan kombinasi warna yang membuat tampilannya sedikit lebih sporty. Lampu depan masih menggunakan bohlam halogen dan panel instrumen tetap analog, mempertahankan karakter klasik yang sudah melekat pada model ini.
Dari sisi dapur pacu, motor ini dibekali mesin 109,1 cc satu silinder SOHC berpendingin udara dengan sistem injeksi PGM-FI. Tenaganya berada di kisaran 8,8 PS dengan torsi sekitar 8,7 Nm dan dipadukan transmisi manual 4 percepatan. Spesifikasi tersebut merujuk pada data teknis yang juga tercantum di portal otomotif Oto.com.
Keunggulan utama Revo tetap pada efisiensi konsumsi bahan bakar. Klaim internal pabrikan menyebutkan angka iritnya bisa menembus lebih dari 60 kilometer per liter dalam metode pengujian standar. Angka itu menjadikannya salah satu motor bebek paling hemat di kelasnya.
Fitur yang ditawarkan tergolong mendasar. Revo masih mengandalkan kunci pengaman bermagnet, suspensi belakang ganda, serta bagasi sederhana di bawah jok. Tidak ada lampu LED, panel digital, maupun fitur smart key seperti yang lazim ditemukan pada motor keluaran terbaru.
Di pasar Indonesia, Revo 2026 dipasarkan dalam dua varian utama, yakni Revo Fit dan Revo X. Harganya berada di kisaran belasan hingga awal dua puluh juta rupiah, tergantung tipe dan wilayah. Posisi harga tersebut membuatnya tetap kompetitif untuk segmen entry level.
Dengan karakter mesin yang bandel, biaya perawatan relatif murah, serta konsumsi bahan bakar yang efisien, Revo 2026 masih relevan bagi pengguna yang mengutamakan fungsi dibanding gaya. Namun bagi konsumen yang menginginkan teknologi modern dan fitur lebih lengkap, motor ini mungkin terasa terlalu sederhana.




