Daerah  

Sepucuk Kertas di Ompreng Jadi Penanda Perbaikan Layanan MBG di SPPG Opo-opo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Perbaikan layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mulai mendapat respons positif dari penerima manfaat. Indikasi itu datang dari hal sederhana: selembar kertas yang ditemukan di dalam ompreng oleh petugas dapur.

Dalam catatan tersebut, seorang siswa menulis pesan singkat dengan tulisan tangan polos. “Sumpah ini enak banget. Sukak banget sama MBG. Sekarang, lol lol banyak-banyak,” demikian isi pesan yang ditulis tanpa ejaan sempurna.

Bagi para petugas dapur, pesan itu dinilai lebih dari sekadar catatan biasa. Tulisan sederhana tersebut dianggap sebagai bentuk apresiasi jujur dari anak-anak terhadap menu yang disajikan setelah dilakukan sejumlah pembenahan layanan.

Baca juga  Halal Bihalal Ikatan Alumni UPN “Veteran” Yogyakarta di Hadiri Lebih Dari 300 Alumni

Respons serupa juga muncul dari masyarakat melalui media sosial. Sejumlah warga menyampaikan kesan positif terhadap makanan yang dibagikan. Salah satu warga menulis terima kasih atas menu yang disajikan dan berharap kualitas layanan terus terjaga.

Komentar lain datang dari tenaga pendidik. Seorang guru menyebut para murid menyukai menu yang diterima. Ia menilai perubahan yang dilakukan mulai dirasakan langsung oleh siswa di sekolah.

Koordinator Kecamatan SPPG Krejengan, Sri Rohayu, sebelumnya mengatakan evaluasi menjadi pijakan utama dalam pembenahan layanan MBG di wilayahnya. Menurut dia, masukan dari hasil audit maupun masyarakat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

Baca juga  Eks PNS Probolinggo Ditangkap, Tipu Warga Modus Balik Nama Sertifikat

“kami terus berbenah. Masukan dari audit dan masyarakat menjadi dasar perbaikan agar layanan MBG semakin baik dan tepat sasaran,” ujar Sri Rohayu.

Di lapangan, hasil evaluasi itu kini tidak hanya tercermin dari standar teknis maupun distribusi, tetapi juga dari respons anak-anak sebagai penerima manfaat. Bagi SPPG Opo-opo, sepucuk kertas di dalam ompreng menjadi penanda sederhana bahwa perbaikan mulai berjalan ke arah yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *