PILIHANRAKYAT.ID Semarang — Wakil Ketua Fraksi PPP DPRD Jateng, Ja’far Shodiq mendesak Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran APBD 2026 untuk membangun Rumah Aman bagi siswa dan santri korban kekerasan seksual. Desakan itu muncul menyusul rentetan kasus dugaan kekerasan seksual oleh oknum tenaga pendidik di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Ia mengatakan kasus tersebut menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan.
“Belakangan publik digegerkan dugaan predator seksual di pesantren di Pati, sebelumnya di Magelang, dan awal 2026 muncul dugaan guru cabul di SMP di Wonogiri. Ini alarm darurat,” kata Ja’far, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan data UPTD PPA Jateng, sepanjang 2023-2025 terdapat 312 laporan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Sebanyak 45 persen terjadi di sekolah SD-SMA/SMK, 38 persen di pesantren, 12 persen di madrasah, dan 5 persen di perguruan tinggi.
“Sekitar 67 persen pelaku merupakan figur otoritas seperti guru, ustaz, kyai, hingga dosen. Negara wajib menyelamatkan masa depan korban,” ujarnya.
PPP mengusulkan tiga langkah prioritas dalam APBD 2026. Pertama, pembangunan Rumah Aman Siswa-Santri di enam eks karesidenan dengan fasilitas konseling, bantuan hukum, visum, dan sekolah darurat.
“Jangan sampai korban justru tidur di kantor polisi karena tidak punya tempat perlindungan,” tegas Ja’far.
Kedua, PPP meminta beasiswa afirmasi bagi korban, termasuk biaya pindah sekolah, perlengkapan pendidikan, dan biaya hidup selama pemulihan.
“Pendidikan korban tidak boleh terhenti karena ulah predator seksual,” katanya.
Ketiga, PPP mendorong penguatan trauma healing dan pendampingan hukum gratis melalui sinergi Dinsos, Dinkes, dan Biro Hukum di 35 kabupaten/kota.
Ja’far menegaskan mayoritas pesantren dan sekolah di Jateng tetap menjadi lembaga pendidikan yang berjasa.
“Jangan salahkan lembaganya karena ulah oknum. Hukum pelaku seberat-beratnya dan pulihkan korban setuntas-tuntasnya,” ujarnya.
PPP juga meminta sekolah dan pesantren memasang hotline SAPAS 129 dan WA 08111-129-129 sebagai kanal pelaporan kasus kekerasan seksual. []




