PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Probolinggo menggandeng Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo menggelar pelatihan kecantikan atau beauty class. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Pelatihan berlangsung di Aula Perpustakaan Umum Kota Probolinggo, Senin pagi, 24 Agustus 2026. Kegiatan dibuka Ketua TP PKK Kota Probolinggo, dr. Evariani Aminuddin.
Mengusung tema “Literasi Untuk Membuka Peluang, Dari Perpustakaan Menuju Wirausaha, Sekaligus Mewujudkan Perempuan Yang Anggun, Percaya Diri Dan Mandiri Secara Finansial”, kegiatan itu diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan TP PKK kelurahan, khususnya anggota Pokja 2.
Evariani mengatakan literasi kecantikan tidak seharusnya dimaknai sebatas kemampuan memperbaiki penampilan fisik. Menurut dia, keterampilan tersebut juga berkaitan dengan pembangunan kepercayaan diri dan kemampuan perempuan memberdayakan dirinya.
“Menjadi wanita yang smart, mampu menghidupkan suasana di rumah yang hangat sebagaimana yang kita idamkan, mampu meneruskan tanggung jawab kita di lingkungan sebagaimana mestinya, serta tetap eksis berpenampilan sebagai reward karena kita telah memberdayakan diri kita,” kata Evariani.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kemampuan merias diri. Keahlian tersebut, kata dia, dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Dengan adanya beauty class ini kita bisa secara mandiri cantiknya. Tidak hanya itu, syukur-syukur ini bisa menjadi tambahan penghasilan Ibu-ibu semua, siapa tahu ada bakat terpendam bisa menjadi tukang rias,” ujarnya.
Evariani juga menilai kegiatan tersebut memperluas makna literasi. Perpustakaan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan buku dan aktivitas membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan dan kapasitas masyarakat.
“Kegiatan beauty class dari Disperpusip ini digagas untuk mengajarkan kita tentang budaya literasi. Literasi itu tidak hanya sekadar buku dan tidak sekadar membaca saja ya Ibu-ibu,” kata dia.
Sekretaris Disperpusip Kota Probolinggo Retno Widosari mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk menghubungkan pengetahuan dengan pemberdayaan ekonomi. Peserta mendapat materi merias wajah dari narasumber Produk Wardah, Diah Ayu Lestari.
“Ada sebanyak 30 peserta yang merupakan perwakilan dari TP PKK Kelurahan khususnya anggota Pokja 2 ini akan mendapatkan materi merias wajah bersama dengan narasumber dari Produk Wardah Mbak Diah Ayu Lestari,” ujar Retno.
Menurut Retno, kegiatan itu merupakan salah satu bentuk penerapan TPBIS. Melalui program tersebut, perpustakaan didorong tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari informasi, tetapi juga ruang belajar, berbagi keterampilan, membangun jejaring, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan.
Dengan pendekatan itu, perpustakaan ditempatkan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Literasi tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diarahkan menjadi keterampilan yang dapat memberi nilai tambah bagi kehidupan dan perekonomian keluarga.




