PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kota Probolinggo ditetapkan sebagai salah satu dari lima daerah percontohan proyek InCircular di Jawa Timur. Program Promoting a Circular Economy in Indonesia itu diarahkan untuk memperkuat penerapan ekonomi sirkular, terutama dalam pengelolaan sampah dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Peluncuran proyek tersebut berlangsung di Surabaya, Selasa, 15 September 2026. Selain Kota Probolinggo, empat daerah lain yang menjadi lokasi percontohan adalah Kabupaten Gresik, Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Sidoarjo.
Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari menyambut penetapan tersebut. Ia mengatakan proyek InCircular menjadi peluang untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang selama ini telah dijalankan pemerintah kota.
“Kota Probolinggo menyambut baik percontohan proyek untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah ini,” ujar Ina, Rabu, 16 September 2026.
Ina mengatakan Kota Probolinggo dengan jumlah penduduk 244.419 jiwa menghasilkan timbulan sampah sekitar 122 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 77 persen telah terkelola, sedangkan 23 persen lainnya masih belum terkelola.
Pemerintah Kota Probolinggo juga telah memiliki satu offtaker RDF (Refuse Derived Fuel) untuk mendukung pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Pengelolaan sampah berbasis masyarakat turut dijalankan melalui program satu RW satu bank sampah dan satu RW satu kendaraan roda tiga.
Selain itu, pemerintah kota menerapkan kebijakan pengurangan sampah plastik melalui surat edaran kepada pusat perbelanjaan agar tidak menyediakan kantong plastik sekali pakai. “Bapak Wali Kota juga mengeluarkan kebijakan surat edaran pengurangan sampah plastik di pusat perbelanjaan, tidak menyediakan tas kresek,” kata Ina.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Jawa Timur. Timbulan sampah di provinsi itu mencapai sekitar 6,5 juta ton per tahun, sementara baru sekitar 25 persen yang terkelola secara optimal.
Menurut Emil, penerapan ekonomi sirkular diperlukan untuk mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien. Pendekatan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya serta meningkatkan pemanfaatan kembali dan daur ulang.
Proyek InCircular merupakan kerja sama teknis Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Federal Jerman melalui Kementerian PPN/Bappenas yang diimplementasikan bersama GIZ Indonesia & ASEAN. Lima daerah percontohan di Jawa Timur diharapkan menjadi ruang pembelajaran untuk mengembangkan model ekonomi sirkular yang konkret, terukur, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.




